SuaraJogja.id - Ahli epidemiologi Griffith University Australia, Dicky Budiman memperkirakan jumlah pasien positif Covid-19 akan meroket 40 persen akibat libur panjang Natal dan Tahun Baru.
Dicky menilai angka tersebut diprediksi bisa lebih tinggi sebab mobilitas penduduk selama Libur Nataru tetap tinggi meski pemerintah sudah berupaya melakukan pembatasan.
"Potensi peningkatannya 40 persen setidaknya untuk Indonesia pasca libur panjang termasuk Pilkada, ini bersinergi bisa naik 40 persen," kata Dicky saat dihubungi Suara.com, kemarin.
Dia juga menyebut masih banyak kasus yang belum terdeteksi karena angka tes corona di Indonesia masih rendah.
"Saat ini kita saja belum mendeteksi, jangankan keseluruhkan, 50 persennya saja belum terdeteksi, ini akan berkontribusi pada peningkatan di fasilitas kesehtan dan juga angka kematian," lanjutnya.
Dicky meminta kepada seluruh masyarakat yang nekat berlibur pada akhir tahun kemarin agar melakukan isolasi mandiri di rumah selama dua pekan untuk memantau kondisi kesehatan mereka.
"Ini harus dipantau, buatlah sistem yang bisa memantau siapa yang baru pulang dari berlibur, perkantoran, pabrik yang mempekerjakan pegawai yang libur ini termasuk pegawai pemerintahan juga harus mengidentifikasi pegawai yang baru berlibur agar diwajibkan bekerja di rumah setidaknya 2 minggu," tutupnya.
Berdasarkan data Satgas Covid-19, positivity rate (jumlah hasil positif per jumlah kasus yang diperiksa spesimen) Indonesia saat ini 15,4 persen, terlampau jauh dari standar aman WHO yakni 5 persen.
Kemudian, pandemi COVID-19 telah menginfeksi 765.350 orang di Indonesia sejak Maret 2020, 110.679 di antaranya masih dalam perawatan, 631.937 orang sembuh, dan 22.734 jiwa meninggal dunia.
Baca Juga: Hari Pertama Tahun 2021, Ada 1.956 Orang Jakarta yang Positif Corona
Tag
Berita Terkait
-
1.956 Orang Jakarta Kena COVID-19 di Hari Pertama Tahun 2021
-
Hari Pertama Tahun 2021, Ada 1.956 Orang Jakarta yang Positif Corona
-
Awal 2021, Pasien Covid-19 Isolasi di Wisma Atlet Nyaris 40 Ribu Orang
-
Mereka Bukan Angka Statistik, Wajah-wajah Korban Meninggal Covid-19
-
29 Desember: Positif Corona Tembus 727.122 Orang, Jakarta Paling Banyak
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
- Tiga Jembatan di Batang Toru, Ikhtiar Menjaga Satwa Liar Tetap Terhubung
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
BPPD DIY Dorong Yogyakarta Jadi Destinasi Cultural Wellness Berkelanjutan Lewat Festival 2026
-
Gandung Pardiman Meninggal Dunia di RS Panti Rapih, Dimakamkan di Ponjong
-
BRI Terus Lakukan Buyback Saham, Fundamental Perseroan Jadi Penopang Pertumbuhan
-
JPW Desak Ketegasan Polda DIY Tindak Parkir Liar Selama Operasi Patuh Progo 2026
-
Demo di Jogja Kembali Ricuh, Sri Sultan Sentil Aksi Rusak Fasilitas Publik