Scroll untuk membaca artikel
Galih Priatmojo | Muhammad Ilham Baktora
Rabu, 13 Januari 2021 | 15:14 WIB
Seorang perawat melakukan simulasi penyuntikan vaksin Covid-19 di RS Panembahan Senopati, Bantul, Rabu (13/1/2021). [Muhammad Ilham Baktora / SuaraJogja.id]

Setiap fasilitas pelayanan kesehatan yang dinamakan Faskes Mampu Vaksin Covid-19 akan diisi oleh 8-10 orang untuk menyuntikkan vaksin ke pasien.

"Kita membuat target satu kali pelayanan dalam satu hari kerja ada 3 jam. 1 jam itu targetnya 20 pasien tervaksin, istirahat cukup 15 menit. Jika sehari targetnya 20 pasien dalam 3 jam, berarti 60 pasien sudah tervaksin dalam sehari," ungkap dia.

Abednego menambahkan jika tidak ada kendala, penyuntikan vaksin terhadap 6.329 tenaga kesehatan (nakes) bisa selesai dalam sepekan.

"Jika hitungan itu tak ada kendala Bantul itu seminggu rampung untuk vaksinasi ke nakes. Tinggal 14 hari kemudian disuntik lagi. Kan disuntik 2 kali. 1 kali itu seminggu rampung. Nah tetapi Menkes itu menginstruksikan, vaksinasi ini tidak boleh mengganggu pelayanan rutin dan imunisasi rutin. Sehingga ini dipersilahkan faskes membuka jadwal pelayanan imunisasi Covid-19 itu secara mandiri," ujar dia.

Baca Juga: Ucapan Ribka Berbahaya, Formappi: Jangan Bawa Urusan Rumah Tangga ke DPR

Terpisah Kepala Dinkes Bantul, Agus Budi Raharjo menjelaskan jika vaksinasi Covid-19 itu aman dan tak membahayakan kesehatan. Nantinya ada 10 tokoh masyarakat yang akan divaksin pertama di RS Panembahan Senopati.

"Jadi vaksin ini halal aman dan tidak membahayakan. Kami sudah memilih 10 tokoh masyarakat, pejabat termasuk pemuka agama. Artinya dengan divaksin ini memberi kepercayaan kepada warga bahwa vaksin Covid-19 itu aman," terang dia.

Load More