SuaraJogja.id - Polsek Sedayu menangkap dua pelaku pencurian dengan pemberatan atau curat di sebuah minimarket Jalan Wates KM 13, Pedukuhan Tonalan, Kalurahan Argosari, Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul. Polisi berhasil mengungkap kasus melalui petunjuk bercak darah serta rekaman CCTV di toko setempat.
Kapolsek Sedayu Kompol L Ardi Hartana menjelaskan bahwa peristiwa terjadi pada Senin (18/1/2021). Korban bernama Andini Eka Oktaviana (20) dikejutkan dengan kondisi plafon minimarket yang sudah bolong.
"Korban membuka pintu toko sekitar pukul 06.39 WIB. Setelah menyalakan lampu dan melihat sekeliling toko, plafon di salah satu sudut toko sudah rusak. Terdapat sisa plafon yang tertinggal di lantai," ujar Ardi saat konferensi pers di Mapolsek Sedayu, Senin (25/1/2021).
Ia melanjutkan, dari peristiwa yang dilaporkan, petugas Sat Reskrim Polsek Sedayu, dibantu Tim Inafis Polres Bantul, melakukan olah TKP. Sejumlah petunjuk ditemukan kepolisian.
"Dari rekaman CCTV kami menemukan sepeda motor jenis Scoopy yang digunakan pelaku. Selain itu, terdapat bercak darah yang tercecer di lantai minimarket. Mungkin pelaku terluka atau bagaimana. Dari petunjuk itu kami mengembangkan penyelidikan," ujar Ardi.
Kapolsek menjelaskan, berbekal dari petunjuk bercak darah serta nomor polisi kendaraan, petugas berhasil mengetahui identitas pelaku. Selain itu, warga sekitar minimarket kerap melihat kendaraan jenis Scoopy yang dikendarai pelaku berinisial AS (31) Dan KCT (38).
"Identitas pelaku berhasil kita temukan. Selanjutnya kami datangi pelaku yang diketahui tinggal di wilayah Seyegan, Kabupaten Sleman sekitar pukul 04.00 wib, Kamis (21/1/2021)," ujar dia.
Pelaku AS diringkus saat sedang tertidur pulas. Polisi, yang sebelumnya mengantongi petunjuk berupa bercak darah, menemukan bekas luka yang masih baru di tangan pelaku.
"Kami tanyai soal luka di tangannya, awalnya mengaku karena kecelakaan. Namun setelah kami interogasi lebih dalam, ia mengaku saat membobol minimarket dia terjatuh dari plafon hingga menyebabkan luka di tangannya," kata dia.
Baca Juga: Kasus Minimarket Berdarah di Karanganyar Masih Buram, Ini Kata Polisi
Ardi mengatakan bahwa pelaku merupakan spesialis pencurian minimarket. AS dan KCT kerap melakukan aksinya dengan cara mengobservasi sasaran tokonya terlebih dahulu.
"Mereka merupakan spesialis pencurian minimarket. Sebelum melancarkan aksinya mereka mencari lokasi yang dirasa cocok dan sepi," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, pelaku AS mengaku nekat melakukan tindakan pencurian itu lantaran tekanan ekonomi. Dirinya yang hanya buruh pekerja kasar tidak mampu memenuhi kebutuhan pribadinya.
"Hasil kerja buruh kurang, saya tinggal sendirian dan terpaksa melakukan itu (pencurian)," ujar AS.
Ia sengaja merusak plafon lantaran tidak bisa membobol kunci minimarket. Sehingga cara satu-satunya masuk dari tempat lain.
Adapun barang bukti yang disita kepolisian. Diantaranya, 1 buah gunting, satu obeng, 1 unit Handphone Samsung, enam buah slop rokok berbagai merk, puluhan korek api jenis gas, satu paket handsanitazer.
Berita Terkait
-
Kasus Minimarket Berdarah di Karanganyar Masih Buram, Ini Kata Polisi
-
Kejahatan di 2020 Cenderung Turun, Kapolsek Sedayu: Pelaku Banyak dari Luar
-
Minimarket Berdarah Karanganyar: Karyawan Jaga Hamil 7 Bulan Terluka
-
Berniat Balas Usai Jadi Korban Klitih, 3 Remaja Ini Keburu Ditangkap Warga
-
Viral Warga Jarah Barang Minimarket Runtuh Akibat Gempa, Tuai Pro Kontra
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
Pilihan
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
Terkini
-
Wacana Capres Harus Didukung 2 Fraksi DPR, PPP Soroti Keterwakilan Suara Rakyat
-
YOGYAKOMTEK 2026 Resmi Dibuka, Pameran Komputer Terbesar di DIY
-
Honda DBL Jogja 2026 Dimulai: Sensasi Riding Test dan Peluang Bawa Pulang New Honda BeAT
-
Influenza A Terdeteksi di DIY, 24 Kasus Muncul, Sekolah Belum Diliburkan
-
Pestapora 2026 Siap Makin Meriah, BRImo Bawa Program Spesial