SuaraJogja.id - Gunung Merapi yang berada di perbatasan DIY dan Jawa Tengah masih terus menunjukkan aktivitasnya. Meskipun tidak sebanyak beberapa lalu tetapi luncuran lava masih terus terjadi.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida mengatakan dalam aktivitas Gunung Merapi periode pengamatan Senin (1/2/2021) pukul 00.00 WIB - 24.00 WIB terjadi 16 kali luncuran lava dari dalam Gunung Merapi. Jarak luncur maksimum guguran lava tersebut tercatat sepanjang 800 meter.
"Dari pengamatan Senin (1/2/2021) pukul 00.00 WIB - 24.00 WIB teramati 16 kali luncuran lava dengan jarak luncur 800 meter mengarah ke Barat Daya atau ke hulu Kali Krasak dan Boyong," ujar Hanik, kepada awak media, Selasa (2/2/2021).
Dalam periode yang sama, terjadi juga guguran sebanyak 50 kali dari puncak Merapi dengan amplitudo 3-40 mm dan durasi 15-89 detik. Sementara terkait gempa hybrid atau fase banyak sejumlah 9 kali dengan amplitudo 2-7 mm dan durasi 5.48-10 detik.
Sementara itu dalam periode pengamatan selanjutnya atau pada Selasa (2/2/2021) pukul 00.00 WIB - 06.00 WIB, Gunung Merapi sudah mengeluarkan 7 kali guguran lava pijar. Jarak luncur maksimum dalam periode ini tercatat 800 meter.
"Arahnya masih ke Barat Daya atau hulu Kali Krasak dan Boyong," ucapnya.
Hanik menyampaikan, bahwa BPPTKG terus memantau aktivitas pertumbuhan kubah lava 2021 yang saat ini berada di Lava 1997. Diketahui sebelumnya volume kubah lava tersebut sempat mencapai 157.000 meter kubik pada tanggal 25 Januari 2021 lalu.
Namun pada tanggal 28 Januari 2021, volume kubah lava menurun menjadi drastis menjadi sebesar 62.000 meter kubik. Atau berkurang sebanyak 82.000 meter kubik akibat dari aktivitas guguran dan awan panas yang cukup banyak.
Pasca kejadian awan panas guguran tanggal 27 Januari 2021 lalu, kata Hanik, laju pertumbuhan kubah lava 2021 tercatat sebesar 4.000-5.000 meter kubik per hari. Menurutnya laju pertumbuhan kubah lava ini relatif kecil dibandingkan kecepatan pertumbuhan kubah lava rata-rata Gunung Merapi yaitu sebesar 20.000 meter kubik per hari.
Baca Juga: Volume Kubah Lava Merapi Turun, BPPTKG: Belum Bisa Disimpulkan Erupsi Kelar
Disampaikan Hanik, berdasarkan total distribusi probabilitas dari 17 indikator, erupsi efusif masih berada paling atas dengan probabilitas sebesar 43,2 persen. Sementara untuk potensi eksplosif dan kubah-dalam menurun secara signifikan.
Melalui kesimpulan itu, ucap Hanik, ditambah memperhatikan erupsi saat ini yang mengarah ke barat daya. Maka potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas.
Potensi bahaya itu bakal berfokus pada sektor Kali Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng dan Putih sejauh maksimal 5 kilometer. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau sejauh maksimal 3 kilometer dari puncak.
Selain itu kegiatan penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III juga tetap direkomendasikan untuk dihentikan sementara waktu. Ditambah dengan imbauan kepada pelaku wisata agar tidak melakukan kegiatan wisata di KRB III Gunung Merapi termasuk kegiatan pendakian ke puncak dalam kondisi saat ini.
Perlu diketahui juga hingga saat ini, BPPTKG masih menetapkan status Gunung Merapi pada Siaga (Level III).
Berita Terkait
-
Antisipasi Hujan Abu Merapi, Candi Asu dan Candi Pendem Ditutup Plastik
-
Senin Pagi, Gunung Merapi 6 Kali Keluarga Guguran Lava Pijar
-
Update Gunung Merapi: Awal Ferbruari Keluarkan Enam Kali Lava Pijar
-
Pagi Tadi, Gunung Merapi Muntah Lagi
-
Kisah Sukirno Diterjang Awan Panas Merapi 1994, Hidup Tinggal 20 Persen Aja
Terpopuler
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR
- 5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
Pilihan
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
-
Tes DNA Cocok: Jenazah di Pulau Enggano Dipastikan Sukarman, ABK Kapal Rombongan Jurnalis Hilang
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
-
MBG Makan Korban Lagi, Siswa SD Lampung Meninggal Tersedak Menu Kelengkeng
Terkini
-
Medsos Jadi Etalase Bisnis Konten Seksual, Perhatian Penonton Bisa Dikomodifikasi
-
BRI Private Berikan Akses Premium Medical Check Up untuk Nasabah
-
Kuliah Gratis PTN Didorong, Akademisi Ingatkan Jangan Sampai PTS Kehilangan Mahasiswa
-
BRI inFrame 2026, Saat Fotografi Mengisahkan Perjalanan Ekonomi Kerakyatan Indonesia
-
6 Fasilitas Kereta Kelas Luxury yang Membuat Perjalanan Berbeda