SuaraJogja.id - Pemerintah Kabupaten Sleman memperpanjang tanggap darurat bencana erupsi Merapi, sejak 1 Februari hingga 28 Februari 2021.
Bupati Sleman Sri Purnomo dalam edarannya mengatakan, perpanjangan darurat itu dilakukan setelah mengamati laporan hasil pantauan aktivitas Gunungapi Merapi dari BPPTKG Yogyakarta. Bahwa pada 28 Januari 2021 telah terjadi peningkatan aktivitas gunungapi Merapi. Sehingga status aktivitasnya tetap pada status 'Siaga'.
Demikian pula Kepala Pelaksana BPBD Sleman telah menerbitkan surat rekomendasi perihal perpanjangan tanggap darurat kali ketiga.
"Pemerintah daerah dan masyarakat segera mengambil langkah-langkah tanggap darurat bencana gunungapi Merapi sesuai rekomendasi untuk evakuasi dan pengungsian," kata dia, dalam surat tertanggal 29 Januari 2021 itu, diterima wartawan pada Selasa (2/2/2021).
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Sleman Joko Supriyanto menerangkan, terkait penganggaran, bila ada kebutuhan untuk menangani bencana erupsi ini, maka nanti masing-masing OPD akan mengajukan anggaran mereka dalam DPA.
"Misalnya untuk perbaikan jalan ruas Tunggularum misalnya, DPUPKP mengusulkan dana untuk perbaikan jalan evakuasi di Tunggularum sejauh 1 km, misal butuh Rp juta. Selain itu, Dinas Perhubungan butuh lampu, penerangan sepanjang jalur evakuasi dan lokasi pengungsian," ungkapnya, Selasa siang.
Demikian juga OPD lainnya, berbagai usulan itu direalisasikan menggunakan dana BTT (belanja tak terduga) yang berlaku selama masa tanggap darurat.
"Anggaran berlaku selama satu bulan," ucapnya.
Ia menambahkan, mengingat saat ini penanganan pengungsian Merapi disesuaikan dengan protokol kesehatan COVID-19, maka pihaknya akan lebih banyak menugaskan relawan yang berasal dari wilayah setempat di mana pengungsian berada. Langkah itu untuk mengurangi risiko penyebaran COVID-19 dari pihak luar.
Baca Juga: Covid-19 Tembus 22 Ribu, DIY Perpanjang Status Tanggap Darurat Kesembilan
Kontributor : Uli Febriarni
Berita Terkait
-
Gunung Merapi Luncurkan 16 Kali Lava Pijar Dalam Sehari
-
Sepatu Jennifer Bachdim Jadi Sorotan dan 4 Berita Bola Menarik Lainnya
-
Covid-19 Tembus 22 Ribu, DIY Perpanjang Status Tanggap Darurat Kesembilan
-
Antisipasi Hujan Abu Merapi, Candi Asu dan Candi Pendem Ditutup Plastik
-
Hadiri Pesta Ultah Jessica Iskandar, Sepatu Jennifer Bachdim Jadi Sorotan
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
BEM UGM Berubah Jadi SEMA, Pemilu Mahasiswa Dihapus dan Diganti Meritokrasi
-
BEM UGM Resmi Berubah Nama Jadi Serikat Mahasiswa
-
Bumi Sudah Melewati Batas Perjanjian Paris, Ancaman Krisis Iklim Tak Lagi Sekadar Ramalan
-
Belajar dari Gempa 2006, Jogja Memang Istimewa dalam Menangani Bencana