SuaraJogja.id - Situasi Covid-19 yang terjadi di Bantul tak menurunkan angka kasus peredaran dan penyalahgunaan narkoba pada 2020.
Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bantul mencatat ada kenaikan kasus pada tahun 2020 dibanding 2019. Dimana tahun 2020 tercatat ada 2 kasus dan berhasil mengungkap 3 tersangka.
“Di 2019 ada satu kasus yang berhasil kami tangani. Di 2020 target kami hanya satu kasus, tapi berhasil menyelesaikan 2 kasus dengan 3 tersangka. Artinya memang, pandemi tidak membuat peredaran narkoba mengalami penurunan,” kata Kepala BNN Kabupaten Bantul, Arfin Munajah kepada wartawan, Rabu (3/2/2021).
Tak hanya kasus yang meningkat. Barang bukti yang diamankan BNN Bantul juga meningkat di tahun 2020.
Baca Juga: Positif Covid-19, Kondisi Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih Membaik
"Pada tahun 2020 ada 120 gram sabu-sabu yang berhasil diamankan. Padahal pada 2019 kami dapatkan 90 gram,” katanya.
Lebih lanjut, target BNN Kabupaten Bantul bukan hanya pemberantasan. Namun juga pencegahan, rehabilitasi serta asesmen terpadu.
Arfin menjabarkan, di tahun 2019, ada 20 orang penyalahgunaan narkoba yang telah direhabilitasi. Jumlah itu dalam perkembangannya meningkat menjadi 65 orang pada 2020.
“Dari jumlah itu, ada 20 orang dari BNN. Padahal target kami hanya 10 orang saja. Jadi kami tidak membatasi,” ujar Arfin.
Mereka yang direhabilitasi dirawat di Klinik Rehabilitasi Pratama Abhipraya yang berada di kantor BNN Kabupaten Bantul. Mereka (pengguna narkoba) akan mendapat konseling sebanyak delapan kali untuk pemulihan.
Baca Juga: Pengemudi 13 Tahun Jadi Tersangka, Polres Bantul Tak Lakukan Penahanan
“Di tempat ini dilakukan asesmen, apakah perlu dirawat inap atau dirujuk ke tempat rehabilitasi yang lebih tinggi nantinya,” terang dia.
Berita Terkait
-
Soal Amnesti, Menkum: Kemungkinan Napi Narkoba Hanya Ada 700 Orang yang Dapat
-
Produksi Vape Narkotika Jenis Baru di Apartemen Mewah Jakpus Dibongkar, Disebut Sulit Dideteksi
-
Jaringan Narkoba Sumatera-Jawa Dibongkar! Polda Metro Sita 34 Kg Ganja di Jakarta
-
Profil AKBP Fajar Widyadharma, Eks Kapolres Ngada yang Diduga Cabuli Anak, Jual Video Syur ke Australia
-
Sosok AKBP Fajar Widyadharma dan Jejak Kejahatannya, Eks Kapolres Ngada Tersangka Kasus Pedofilia dan Narkoba!
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo
-
Jalur Selatan Alami Lonjakan, Polres Kulon Progo Lakukan Buka Tutup Jalur Utama
-
Okupansi Hotel Anjlok 20 Persen di Momen Lebaran, Permintaan Relaksasi PHRI Tak Digubris Pemerintah
-
Gembira Loka Zoo Hadirkan Zona Cakar, Pengalaman Baru untuk Pengunjung Berjalan Bersama Satwa Buas
-
Mudik ke Jogja? BPBD Ingatkan Potensi Bencana Alam: Pantai Selatan Paling Rawan