SuaraJogja.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul menyebut sebanyak 152 tenaga kesehatan atau nakes batal menerima vaksin Sinovac tahap pertama. Hal itu menyusul tak terpenuhinya syarat termasuk penyakit yang diderita para nakes.
Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit, Dinkes Kabupaten Bantul, Abednego Dani Nugroho menjelaskan hingga hari ketiga vaksinasi serentak dilakukan tercatat 3.115 nakes yang sudah memenuhi undangan kedatangan.
"Hingga hari ketiga setelah vaksinasi serentak dimulai Senin [1/2/2021] lalu, sudah ada 3.115 nakes yang mendaftar. Ada beberapa nakes yang tertunda untuk divaksin dan ada juga yang batal menerima vaksin," terang Abednego dikonfirmasi SuaraJogja.id, Rabu (3/2/2021).
Ia menjabarkan, dari 3.115 nakes, sudah ada 2.677 nakes yang telah divaksin. Sebanyak 286 nakes ditunda dan sebanyak 152 orang dibatalkan.
"Yang batal ini ada berbagai macam alasan. Pertama karena hamil, lalu nakes yang tengah menyusui. Ada juga yang memiliki komorbid, sehingga keputusannya dibatalkan," terang dia.
Tenaga kesehatan yang mengalami penundaan vaksinasi, lanjut Abednego disebabkan karena tekanan darah melebihi batas normal. Sehingga harus menunggu kondisi stabil setelah itu dapat dilakukan penyuntikan.
"Kebanyakan karena skrining di meja 2 dengan tensi darah yang terukur tinggi. Rata-rata diatas 140/90 mmHg," kata dia.
Abednego menjelaskan, dengan jumlah nakes yang gagal atau dibatalkan menerima vaksin tahap pertama, sisa vaksin akan disimpan. Rencananya vaksin-vaksin ini akan diberikan kepada 383 nakes yang belum menerima vaksin.
"Kemungkinan seperti itu, karena (jumlah dosis vaksin) kurang juga," jelas dia.
Baca Juga: Pelantikan Bupati Bantul Terpilih Urung Jelas, Pemkab Bakal Lakukan Ini
Untuk diketahui nakes yang terdaftar di e-tiket Kabupaten Bantul berjumlah 5.765 orang. Namun Dinkes Kabupaten Bantul hanya menerima 10.764 dosis vaksin untuk 2 kali penyuntikan kepada tenaga kesehatan.
Jumlah tersebut untuk mengcover 5.765 nakes sangat kurang. Sehingga hanya 5.382 nakes di tahap pertama yang menerima vaksin.
Abednego menambahkan, kekurangan vaksin tersebut nantinya menunggu arahan dari Dinkes Provinsi. Ia menjelaskan target vaksinasi diselesaikan dengan batas waktu hingga 21 Februari 2021.
"Targetnya tanggal 21 Februari 2021 itu selesai vaksinasi sebanyak 2 kali dosis setiap nakes," ungkap Abednego.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Harga Sepeda Lipat Entry Level Terbaik Berapa? Ini 5 Rekomendasinya di Tahun 2026
- 3 HP Infinix Murah dengan Fast Charging 33W, Mulai Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Rumor Jadi Kutu Loncat ke PSI, Ini Respon Menohok Dedi Mulyadi
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
Terkini
-
Film Operasi Pesta Copet Soroti Kemiskinan Struktural di Balik Fenomena Kriminal
-
Garebeg Maulud 2026 Digelar Tertutup, Tradisi Rebutan Gunungan untuk Warga Dihapus
-
Kekhawatiran Kondisi 1998 Kembali Terjadi, Aktivis 98 Edy Khemod Sudah Tahu Ini Akan Terjadi
-
GEMPAR di Pasar Godean Dimeriahkan Tari Warok: Pengunjung Membludak, Omzet Pedagang Naik
-
Rekening Aktivis Diblokir, Bentuk Pola RepresiBaru Gerakan Rakyat