"Nanti juga mengisi formulir penilaian donor, setelah itu baru kita akan ambil sampelnya. Nah dari sampelnya kita akan cek kadar antibodi terhadap Covid-19 juga. Pengecekan infeksi menular lewat transfusi darah seperti yaitu hepatitis B, C, HIV, sipilis dan golongan darahnya juga dicek," terangnya.
Naila tidak menampik bahwa tidak semua pasien positif Covid-19 bisa menyumbangkan plasma konvalesen. Sekalipun yang bersangkutan adalah pasien Covid-19 tanpa gejala, tetapi jika antibodi tidak memenuhi tetap akan ditolak.
"Kemudian mungkin sudah bener antibodi memenuhi tapi pada syarat yang lain misal hematologi-nya di situ kira-kira ada tanda-tanda infeksi berarti belum bisa kita ambil juga," ungkapnya.
Terkait mekanisme penerima, kata Naila akan tetap melayani permintaan dari rumah sakit. PMI Kota Jogja hanya akan mengambil donor plasma konvalesen secara sukarela perihal permintaan dari penerima itu nanti harus disertakan bukti dari rumah sakit atau dokter penanggungjawab.
Baca Juga: Wagub DKI Ajak Penyintas Covid-19 Jadi Pendonor Plasma Konvalensen
Jika memang surat permintaan plasma konvalesen dari rumah sakit atau dokter tersebut sudah diterima oleh PMI Kota Jogja, maka setelah itu stok plasma konvalesen yang ada akan diberikan. Ditambah dengan akan dilakukan uji silang serasi sampel darah pasien dan sampel darah donor.
"Untuk pasiennya sejauh ini sesuai dengan uji klinis yang tengah berlangsung, yang direkomendasikan pada pasien yang mengidap kategori sedang ke arah berat tapi belum kritis," sebutnya.
Naila menambahkan akan mengambil rata-rata 450 cc yang akan dijadikan ke dalam dua kantong dari setiap donor. Sementara penerima biasanya akan membutuhkan satu atau dua kantong untuk satu orang saja.
"Kalau yang sudah pernah donor dan mau donor lagi tetap bisa. Jadi untuk donor plasma konvalesen ini bisa dilakukan setiap 2 minggu sekali tentunya dengan prosedur seleksi yang sama tadi. Misalkan setelah dua minggu ternyata antibodinya berkurang maka tidak bisa," pungkasnya.
Baca Juga: Menko PMK Klaim Donor Plasma Konvalesen Covid-19 Meningkat 239 Persen
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
Terkini
-
Harga Kebutuhan Pokok di Kota Yogyakarta Seusai Lebaran Terpantau Stabil
-
Tiga Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Parangtritis, Satu Masih Hilang
-
Cerita UMKM Asal Bantul Dapat Pesanan dari Amerika di Tengah Naiknya Tarif Impor Amerika
-
Diserbu 110 Ribu Penumpang Selama Libur Lebaran, Tiket 50 Perjalanan KA YIA Ludes
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo