SuaraJogja.id - Rajin memberikan kritik dan masukan kepada pemerintah di media sosial, seniman Sudjiwo Tedjo justru dianggap mencari panggung karena sudah tidak laku lagi. Tidak merasa marah, Sudjiwo justru memuji warganet yang menuduhnya sebagai sosok yang pintar.
Dalam unggahan di akun Twitternya @sudjiwotedjo, pemeran dalam film Sang Pencerah ini mengunggah tangkapan layar komentar dari seseorang yang tidak diketahui identitasnya. Disampaikan jika Sudjiwo tengah berupaya untuk meraih popularitas agar namanya kembali melejit, sebab Sudjiwo sudah tidak laku.
Warganet yang mengkritik Sudjiwo itu meminta agar sang seniman tetap berperan sebagai seorang koboi yang gemar menggunakan sarung. Lantas menunggu, kapan program televisi ILC akan kembali ditayangkan. Sebelumnya, Sudjiwo memang kerap tampil dalam tayangan yang membahas isu kekinian tersebut.
"Kamu pinter. Aku udah gak populer lagi. Makanya nyari panggung via kritik. Sebelah twitmu itu foto semalam abis syuting wayang 14 eps," tulis Sudjiwo.
Seolah memberikan balasan melalui sindiran halus, Sudjiwo menyampaikan jika warganet tersebut tampak pintas dan dirinya memang sudah tidak populer lagi. Sehingga mencari panggung lewat memberikan kritik. Namun, ia juga turut mengunggah foto terbarunya setelah mengambil gambar untuk video wayang episode 14.
Selain itu, Sudjiwo juga ikut membagikan beberapa daftar aktivitas yang harus ia lakukan setelah ini. Seperti mengambil gambar untuk sebuah tayangan sinetron, kemudian melanjutkan film berjudul Mangkujiwo yang kedua, membuat buku, musik, melukis dan berbagai aktivitas kesenian lainnya.
"Abis ini syuting serial sinetron, lanjut Film Mangkujiwo 2 dll bikin buku, musik, melukis dll dulu waktu ada ILC aku juga belum tentu bisa hadir heuheu," tutup Sudjiwo.
Tidak hanya, itu Sudjiwo juga mengaku jika sebelumnya saat ILC masih tayang, dirinya belum tentu bisa hadir. Sejak diunggah Selasa (9/2/2021), cuitan Sudjiwo yang membalas komentar negatif dengan prestasi tersebut sudah disukai lebih dari 300 pengguna Twitter. Ada puluhan yang membagikan ulang dan tidak sedikit ikut memberikan komentar.
"Serius kali jelasinnya mbah, kasian dia kagak bakal ngerti. Karna kesibukan mereka ya macam itulah," tulis akun @aang***.
Baca Juga: dr Tirta Kesal Muncul Ahli Covid Dadakan, Sudjiwo Tedjo Singgung Buzzer
"Buzer buzer kere, disombongi saja mbah, cari uang sampe segitunya. A** tenan," komentar akun @shiva_nata*****.
"Hahaha buzzerp sampah kere emang bisanya merendahkan orang lain selain rasis, tapi gak pernah lihat ke diri sendiri gimana susahnya hidupnya sampai ngemis-ngemis ngebuzzerp," tanggapan akun @summa*****.
Sementara akun @Gus***** mengatakan, "Atau-atau memang @sudjiwotedjo sendiri yang nyuruh mereka berbuat sedemikian rupa sehingga mereka ada kerjaan."
Berita Terkait
-
Jokowi Minta Masyarakat Aktif Kritik, Bintang Emon: UU ITE Assalamualaikum
-
Surat Pembaca: Ibu Disidang Usai Protes Pelayanan Publik, Masih Mau Kritik?
-
Jokowi Minta Rakyat Aktif Kritik, Rocky Gerung: Permainan Dua Muka, Palsu
-
Jokowi Mau Rakyat Aktif Kritik, Iwan Sumule: Nanti Dipenjarain, Maunya Apa?
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Misi Hijau JCWF 2026: Wujudkan Wisata Berkelanjutan Lewat Kolaborasi Lintas Sektor
-
Jelajah Jogja Cultural Wellness Festival 2026: Sensasi Pemulihan Diri Berbalut Kearifan Budaya
-
Tuan Rumah JCWF & Munas DPP PUTRI 2026, Loman Park Hotel Dorong Sinergi Wellness-Pariwisata
-
Perempuan Tak Punya Pilihan Berhenti Haid, Pajak Pembalut 11 Persen Dinilai Nodai Keadilan Gender
-
Kota Jogja Vs Gunungkidul: Jarak Kualitas Hidup Ini Ternyata Masih Jauh!