- Rektor UPN Veteran Yogyakarta menyatakan belum akan berpartisipasi dalam pengelolaan operasional program Makan Bergizi Gratis pemerintah.
- Keputusan tersebut diambil karena UPN Veteran Yogyakarta tidak memiliki basis keilmuan yang relevan di bidang boga.
- Universitas berencana mendukung program tersebut melalui riset di sektor pertanian serta penyediaan bahan baku pangan lokal.
SuaraJogja.id - Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta menyatakan sikap berhati-hati terkait wacana keterlibatan perguruan tinggi dalam pengelolaan Makan Bergizi Gratis (MBG). Institusi ini cenderung tidak mengambil peran operasional karena merasa tidak memiliki basis keilmuan yang relevan.
Rektor UPN Veteran Yogyakarta, Moh Irhas Effendi, mengungkapkan bahwa pihak universitas kemungkinan besar tidak akan mengikuti langkah pengelolaan program tersebut.
"Memang ada tawaran tetapi kami memang belum memutuskan dan kecenderungan mungkin kami belum bisa untuk mengikuti itu ya, karena kami ini jujur kan UPN itu tidak punya basis di boga ya. Kami kan basisnya tuh banyak di energi," kata Irhas saat dihubungi, Jumat (8/5/2026).
Disampaikan Irhas, bahwa saat ini fokus utama UPN Veteran Yogyakarta adalah mendukung program strategis nasional lainnya, khususnya mengenai kedaulatan energi.
Sebagai kampus dengan basis teknik yang kuat, pihaknya lebih memilih menyalurkan sumber daya untuk memperkuat prioritas pembangunan dalam program-program pemerintah yang lain.
Meskipun wacana mengenai keterlibatan kampus dalam program MBG sedang hangat dibicarakan, Irhas menyebut bahwa hingga saat ini belum ada permintaan formal dari pemerintah kepada pihak universitas. Pembahasan yang ada sejauh ini masih sebatas diskusi informal.
"Kita belum terima surat resmi, hanya ini kan hanya diskusi-diskusi dengan teman-teman di Majelis Rektor saja," ujarnya.
Jika nantinya tawaran resmi benar-benar datang, pihak rektorat tidak akan langsung menerima begitu saja. Diperlukan kajian mendalam untuk melihat kelayakan teknis dan keilmuan yang ada.
"Ya kalau menerima tidak itu kan kami mesti kaji ya, kami mampu nggak? Gitu kan, visible nggak untuk bisa kami lakukan. Secara teknis kan kami nggak punya kapasitas ya, nggak punya kompetensi untuk melaksanakan itu gitu," tambahnya.
Baca Juga: SPPG Margomulyo Sesuaikan Layanan MBG Selama Ramadan dan Idul Fitri 2026
Kendati demikian, UPN Veteran Yogyakarta tetap membuka pintu untuk berkontribusi dari sisi hulu. Penguatan riset di sektor pertanian dan penyediaan bahan baku lokal dianggap lebih masuk akal bagi kompetensi akademik yang mereka miliki saat ini.
"Tapi kalau soal MBG ini kan kami mungkin lebih kepada penguatan mungkin ya, penguatan di bidang hulu misalnya kami kan punya pertanian nih, bagaimana meningkatkan bahan baku gitu kan?" ujarnya.
"Riset-riset yang untuk mensupport peningkatan kinerjanya mungkin MBG atau penyediaan bahan baku, terus kemudian juga masalah pangan-pangan substitusi impor," imbuhnya.
Pada akhirnya, Irhas menekankan pentingnya setiap institusi pendidikan untuk tetap berdiri di atas pilar keahlian masing-masing.
"Kita mesti fokus pada kompetensi yang kita punya," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Ulah Pemuda Perusak Bendera Merah Putih di Bantul Berbuntut Panjang, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan
-
Sempat Tak Pasti, PSEL Akhirnya Dibangun di Jogja, 1.000 Ton Sampah Disulap Jadi Listrik Tiap Hari
-
GEMPAR Ramaikan Pasar Balangan, Kuatkan Pedagang Lepas dari Jerat Rentenir
-
BRI Catat 501 Juta Transaksi BRILink Agen Hingga Juni 2026
-
Gempar! Pasar Balangan Sleman Mendadak Ramai, Penampilan Jathilan Jadi Magnet Warga