SuaraJogja.id - Akun Instagram @masjidjogokariyan membagikan unggahan kondisi atap masjidnya. Mencoba berinovasi di tengah situasi pandemi, pengelola Masjid Jogokariyan memperlihatkan, di sekitar kubah masjid tersebut, tampak beberapa kotak tanaman yang dirawat dengan sistem hidroponik. Salah satunya adalah padi, yang biasa berkembang di sawah, kini ada di atap masjid.
Dalam unggahan itu, disampaikan bahwa Masjid Jogokariyan berusaha untuk membuat inovasi dalam hal ketahanan pangan selama pandemi. Untuk itu, pihak pengelola memanfaatkan tiga Masjid agar menjadi lahan yang lebih produktif dan bermanfaat untuk masyarakat.
Disebut dengan istilah Jogoponik, sistem aquaponik dimanfaatkan pengelola Masjid Jogokariyan untuk membuat kolam lele dan sawah untuk menanam padi di rooftop. Sistem aquaponik untuk dua budidaya tersebut dinilai saling menguntungkan.
"Di tengah pandemi Covid-19 ini, Masjid Jogokariyan mencoba bereksperimen untuk program ketahanan pangan, swadaya pangan dari masjid. Memanfaatkan lahan di area kosong rooftop lantai 3 Masjid Jogokariyan agar dapat bermanfaat dan lebih produktif," tulis akun @masjidjogokariyan.
Lele yang dipanen dari sistem itu bahkan mencapai jumlah 700 hingga 1.000 ekor, lantas dimasak dan dibagikan kepada masayrakat sekitar dalam bentuk nasi kotak khas Jogokariyan. Sistem aquaponik digunakan agar air tanaman yang penuh nutrisi dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan tidak terbuang secara sia-sia.
"Lele yang dibudidayakan dengan aquaponik ini berhasil dipanen rata-rata berjumlah 700-1000an ekor/panen untuk kemudian dimasak dan dibagikan kepada jamaah dalam bentuk nasi box khas Jogokariyan," tulis akun @masjidjogokariyan.
Bersifat sirkulatif, aquaponik membuat air dalam kolam menjadi lebih bersih tersaring dari kotoran, sehingga lele juga bisa tumbuh secara maksimal. Dengan sistem ini, sekali pengelolan bisa menghasilkan dua hal sekaligus yang bermanfaat bagi masyarakat dan jamaah masjid.
Bukan hanya lele dan sawah aquaponik, di tempat tersebut juga tersedia rangkaian hidroponik yang digunakan untuk menanam berbagai jenis sayuran. Misalnya saja sawi, selada, pakcoy dan kangkung. Di sepanjang planter boks mengelilingi sisi rooftop juga ditanami dengan tanaman terong, bayam, lombok serta bunga matahari.
"Mudah-mudahan aktivitas yang melibatkan Takmir, Baitul Maal, dan Rekan-rekan remaja masjid jogokariyan ini dapat menjadi inspirasi masjid-masjid di Indonesia dan menjadi manfaat yang bisa dirasakan bersama jamaah," tutup akun @masjidjogokariyan.
Baca Juga: Waspada, 7 Hari ke Depan Yogyakarta Bakal Masuki Cuaca Ekstrem
Sejak diunggah pada Selasa (9/2/2021), potret perubahan atap Masjid Jogokariyan selama pandemi tersebut sudah disukai lebih dari 5.000 pengguna Instagram. Ada puluhan komentar yang ikut ditinggalkan warganet. Mereka mengaku salut dengan langkah yang diambil oleh Masjid Jogokariyan dalam menghadapi pandemi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat
-
Coach Justin Nilai AXIS Nation Cup Buka Jalan Talenta Muda ke Level Profesional
-
Gratis! Grand Final AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan 16 Tim dan Deretan Artis
-
Pasca Ramai Seruan Boikot, RANS Carnival di Maguwoharjo Ditinggal Musisi dan UMKM
-
Polresta Sleman Sita 561 Botol Miras Ilegal Selama Oktober 2026