SuaraJogja.id - Sosok Salmafina Sunan nyatanya tak hanya dibicarakan di dalam negeri saja. Kisah biduk rumah tangganya dengan Taqy Malik yang kandas di tengah jalan ternyata juga jadi sorotan di Turki. Hal itu belakangan membuat putri dari pengacara kondang Sunan Kalijaga itu naik pitam.
Seperti diunggah lewat insta story Salmafina, diketahui sejumlah ibu-ibu di Turki ternyata asyik membahas soal kasus perceraiannya dengan Taqy Malik. Para ibu tersebut membicarakan kasus Salmafina lewat jejaring Facebook.
Diketahui, tak hanya soal perceraian dengan Taqy Malik, ibu-ibu di Turki tersebut juga menyorot soal kekasih Salmafina yakni Tony Carnevale yang disebut sebagai pacar kere.
Belakangan, Salma sapaan akrabnya merasa tidak terima jika dirinya dijadikan bahan perbincangan oleh sebagian ibu-ibu julid tersebut. Oleh karena itu, Salma mengirimkan pesan di Facebook kepada salah satu penghujatnya. Si pemilik akun kemudian meminta maaf dan memberikan klarifikasi atas apa yang ia katakan sebelumnya.
“Maaf Alma, omongan orang tua seperti saya galak dan julid. Soalnya terus terang gemas sama iya gara-gara legging aja Salma diputusin sama mantan. Dan saya agak keras karena saya juga seorang ibu, saya pengin Alma tidak dapat bule sembarangan, asal bule. Mudah-mudahan yang ini adalah jodoh yang terbaik, sekali lagi maaf ya kalau ucapan saya melukai hati Alma, pasangan dan keluarga,” ungkap salah satu ibu asal Indonesia yang tinggal di Turki kepada Salmafina seperti dilansir dari Hops.id.
Wanita 21 tahun itu kemudian berusaha mengambil pelajaran atas apa yang telah terjadi. Salma tak sungkan memberikan kalimat menohok kepada ibu-ibu julid yang tinggal di Turki.
“Quotes of the day, baru nikah sama WNA dan tinggal di luar negeri aja udah lupa daratan, apalagi rezekinya ditambah sama Tuhan..,” ungkap Salmafina.
Warganet yang mengetahui perihal unggahan Salmafina itu pun turut memberikan responnya yang menjelaskan bahwa sebagian ibu-ibu Indonesia yang menetap di Turki sebagai orang kaya baru. Mengenakan barang-barang branded tapi ketika diminta sumbangan untuk orang yang membutuhkan, ibu-ibu itu jarang menyumbang.
“Banyak yang kayak gini, gue ngelihat mereka kayak OKB (Orang Kaya Baru), giliran kumpul-kumpul pakai tas dan sepatu branded, giliran diajak sumbangan buat ada bencana alam, bisa dihitung jari yang nyumbang. Dan rata-rata justru dari mereka yang nggak peduli sama branded-branded an,” ungkapnya.
Baca Juga: Pose di Kolam Renang Kena Cibir, Salmafina Sunan Beri Balasan Menohok
Melihat pengakuan itu, putri Sunan Kalijaga tersebut kemudian menyebut sebagian ibu-ibu Indonesia yang tinggal di Turki sebagai parasit dan sok kaya.
“Parasit nih beberapa buibu sok kaya dan OKB Turki. Hiyaaaaelah sebelum lo kaya, emak bapak gue udah kaya duluan,” tanggap Salmafina Sunan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Modus Wisata ke Luar Negeri, Imigrasi Yogyakarta Gagalkan Tiga Pria Diduga Jemaah Haji Ilegal
-
Kereta Gantung Sepanjang 8 KM Bakal Dibangun di Kawasan Prambanan Sleman, Investasinya Rp200 Miliar
-
Pemkab Sleman Pastikan Stok Hewan Kurban Aman Meski Permintaan Diprediksi Melonjak
-
Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur di Sleman, Dua Pemuda Diamankan Polisi
-
BRI Perkuat Inklusi Keuangan, BRILink Agen Jangkau 80 Persen Desa Indonesia