SuaraJogja.id - Meraih jalan kesuksesan bisa jadi bukan perkara mudah, tetapi hal itu tidaklah sesuatu yang sulit untuk digapai. Contohnya seperti yang diraih oleh Herman Pelangi (31).
Pemuda kelahiran Erasa, Pundata baji, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan ini yang sehari-hari dikenal sebagai driver ojek online berhasil meraih mimpinya untuk menyelesaikan studi S2 hingga akhirnya lolos PNS dan mengabdi sebagai Guru Agama Islam.
Herman begitu panggilan akrabnya menceritakan kisah dirinya bisa selesai program pasca sarjana hingga lulus sebagai abdi negara.
Menurut pria kelahiran 20 Februari ini, setiap manusia tentu memiliki keinginan, tetapi terkadang keinginan itu tidak mudah untuk mendapatkannya.
“Apa yang pernah saya alami, mungkin bisa menjadi sepercik motivasi, semangat untuk anak muda di zaman now Sekarang ini,” terang dia seperti dikutip dari makassar.terkini.id.
“Berjuang untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi bagi saya yang notabene anak yang tidak punya, sungguh perjuangan yang sangat berat. Tapi, seberat apapun rintangan itu, jika disertai semangat juang akan diraih jua,”sambung buah hati dari Paoda yang berprofesi sebagai penjual ikan dan Hamdana sebagai IRT.
Ia juga menceritakan kisahnya awal kuliah pertama. Ia mengaku selesai S1 di tahun 2014, dengan modal Bismillah dan sedikit nekat.
Kemudian ia mengaku juga mencoba melanjutkan pendidikan pada jenjang S2 Pascasarjana UIN Alauddin Makassar pada tahun 2017 tepatnya bulan Februari.
“Pada saat itu, saya belum memiliki pekerjaan tetap, dan punya angsuran tiap bulan yang musti dibayar. Lalu bayar kos perbulan, dan lainnya,”tuturnya.
Baca Juga: PSBB Total Pekan Depan, Anies Mulai Kena Semprot Driver Ojek Online
Namun, bagi dia adalah semangat yang kuat pantang menyerah dan tak ingin menjadi beban bagi kedua orang tuanya.
“Saya mulai berfikir, pekerjaan apa yang bisa dilakukan sambil kuliah, hingga akhirnya saat itu berfikir untuk mendaftar ojek online. Saya segera mendaftar ojek online dan hari itu pun memulai. Pekerjaan sebagai ojek online cukup membantu, utamanya uang makan dalam sehari tertutupi,”kesan dia.
Rutinitas sebagai driver ojek online, kata dia setiap hari ia geluti, sambil mengerjakan tugas-tugas kuliah S2.
“Alhamdulillah, selesai dengan cepat, bahkan salah satu wisudawan tercepat, Alhamdulillah,”katanya.
Tahun 2018 tepatnya pada bulan Desember menjadi bulan yang penuh kebahagiaan baginya. Betapa tidak, di bulan tersebut ia membuat orang tuanya menangis karena dirinya bisa mencapai magister tanpa menyusahkan mereka.
“Desember 2018 menjadi bulan penuh kebahagiaan bagi saya. Di bulan itu kedua orang tua saya meneteskan air mata bahagia sesaat saya selesai wisuda. Haru dan bangga kedua orang tua saya nampak di wajahnya, terlebih saya bisa mencapai magister tanpa menyusahkan mereka berdua,” ungkapnya.
Berita Terkait
-
Driver Ojol Masuk Prioritas Penerima Vaksinasi Tahap Dua di Kota Malang
-
Driver Ojek Online Surabaya Kena Tusuk Setelah Duel Dengan Begal Semalam
-
Haru, Driver Ojek Online Ini Beri Bingkisan dengan Pesan Menyentuh
-
Gara-gara Nyambi, Dua Driver Ojek Online Ditangkap Polisi
-
Kisah Pilu Driver Ojek Online Dibayar Pakai Uang Mainan
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
Terkini
-
Bumi Sudah Melewati Batas Perjanjian Paris, Ancaman Krisis Iklim Tak Lagi Sekadar Ramalan
-
Belajar dari Gempa 2006, Jogja Memang Istimewa dalam Menangani Bencana
-
20 Tahun Gempa Jogja Mulai Terlupakan, Ancaman Megathrust Masih di Depan Mata
-
Berkas Kasus Daycare Little Aresha Rampung Pekan Depan, Rekonstruksi Tertutup Menyusul
-
Efisiensi Anggaran Paksa Seniman Bertahan Mandiri, Pemda DIY Prioritaskan Agenda Pusat