"Jadi memang bukan hanya pekerjaan dari gerakan masyarakat saja untuk menciptakan sebuah dampak yang besar bagi lingkungan. Namun juga butuh peran pemerintah yang bersama-sama mendorong gerakan itu," cetusnya.
Peneliti Litbang Kompas, Nurul Fatchiati, mengaku juga telah berkolaborasi untuk menyelenggarakan Survei Persepsi Publik tentang Polusi Udara bersama Jogja Lebih Bike.
Hasilnya, 500 responden di Jogja menunjukkan bahwa polusi udara ternyata termasuk dalam tiga isu terpenting bagi warga Jogja.
“Jadi selain penanganan Covid-19 dan kriminalitas ternyata warga Jogja menilai polusi udara menjadi salah satu yang penting. Selain itu 62,5% masyarakat yang tinggal di kota Jogja menilai kualitas udara di lingkungannya tidak baik. Namun diakui mereka tetap memiliki optimisme bahwa kondisi kualitas udara dapat membaik dalam beberapa tahun ke depan”, ungkap Nurul.
Dari data yang sudah dikumpulkan, menunjukkan dalam obilitas harian, sekitar 88% masyarakat Jogja masih sangat bergantung pada kendaraan bermotor, terutama sepeda motor. Jumlah itu jauh lebih banyak ketimbang warga yang memilih bersepeda atau hanya 2,6 persen saja.
Nurul menyambut baik inisiatif gerakan Jogja Lebih Bike yang hadir sebagai gerakan bersama masyarakat dalam menghidupkan kembali kegiatan bersepeda sebagai bagian dari aktivitas harian. Selain juga sebagai wujud kontribusi kolektif dalam menciptakan udara yang lebih bersih di Jogja.
Disampaikan Nurul, kerja sama berbagai mitra mulai dari akademisi, lembaga swadaya masyarakat, hingga komunitas pesepeda melalui Jogja Lebih Bike ini dibangun untuk menggugah lagi kesadaran publik tentang pentingnya kualitas udara yang baik. Seiring juga untuk mendorong partisipasi warga agar dengan kesadarannya menciptakan udara bersih melalui kegiatan sehari-harinya termasuk bersepeda.
Gerakan Jogja Lebih Bike juga tidak setengah-setengah dalam menciptakan kesadaran tentang lingkungan ini. Kerja sama dengan Nafas atau dikenal sebagai sebuah startup dengan jaringan sensor kualitas udara terbesar di Indonesia juga dilakukan.
Hal itu dilakukan guna menghadirkan data kualitas udara secara real-time bagi setiap warga di Jogja. Rencananya lima sensor kualitas udara telah dipasang di berbagai titik polusi di Jogja yaitu di Gondolayu (Tugu), Sayidan, Umbulharjo, Jembatan Janti serta di kampus UGM.
Baca Juga: Meski Lockdown, Kematian karena Polusi Udara di Dunia Tetap Tinggi
“Data kualitas udara yang dapat diakses secara mudah dan real-time saat ini masih terbatas. Padahal data kualitas udara menjadi penting untuk dijadikan acuan bagi masyarakat dalam beraktivitas, terutama bagi kelompok sensitif, misalnya anak-anak, orang lanjut usia dan orang dengan penyakit pernapasan,” ungkap Co-founder dan Chief Growth Officer Nafas, Piotr Jakubowski.
Berita Terkait
-
Meski Lockdown, Kematian karena Polusi Udara di Dunia Tetap Tinggi
-
Begini 5 Manfaat Rajin Bersepeda, Bisa Buang Stress Loh!
-
Jari Manis dan Kelingking Sakit Usai Bersepeda, Waspada Cyclists Palsy
-
Nahas! Bocah 10 Tahun Tewas Jadi Korban Tabrak Lari saat Bersepeda
-
Polusi Udara Dalam Ruangan Sama Buruknya dengan di Luar, Ini Bahayanya!
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
DIY Mulai Kering Kerontang, Bantuan Pusat Menunggu Status Darurat
-
Jelang HUT RI ke-81, Peternak DIY Gerah: Harga Telur Anjlok, Pakan Meroket
-
Film Dan Bandung Sapa Penonton Yogyakarta: Angkat Kisah Cinta, Persahabatan, dan Keluarga
-
Cherrypop 2026 Siap Guncang Prambanan, Puluhan Musisi Lintas Generasi Meriahkan Repelita Musik
-
42 Kasus Kebakaran Tercatat hingga Juli 2026 di Kota Jogja, Warga Diminta Tak Bakar Sampah