Pernyataannya itu dinilai berpotensi menimbulkan adu domba antara relawan FPRB, sebagai petugas pemakaman Covid-19, dengan masyarakat.
Apalagi, menurut keterangan dalam pesan WhatsApp itu, relawan pemakaman Covid-19 tidak pernah mendapatkan upah dari kegiatan tersebut.
"Kami sama sekali tidak mendapatkan bayaran atau menerima "PROYEK" pada setiap giat pemakaman standar Covid-19. Kami merasa sakit hati atas pengandikan Bapak dalam video di atas," terang penulis pesan.
"Mohon izin kami bisa menemui Bapak di mana dan kapan agar situasi tidak menjadi gaduh dan tidak terkontrol. Matur nuwun," bunyi penutup pesan itu.
Baca Juga: Penampakan Puluhan Liang Lahat TPU Bambu Apus Tergenang Air Akibat Hujan
Pada tangkapan layar lainnya, relawan Covid-19 di Bantul diinstruksikan untuk berpartisipasi menyatukan sikap atas tudingan tersebut dan menyatakannya ke Gedung DPRD Bantul pada Senin (22/2/2021) pukul 10.00 WIB.
Berita Terkait
Terpopuler
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Lisa Mariana Pamer Foto Lawas di Kolam Renang, Diduga Beri Kode Pernah Dekat dengan Hotman Paris
- JakOne Mobile Bank DKI Diserang Hacker? Ini Kata Stafsus Gubernur Jakarta
- Chat Istri Ridwan Kamil kepada Imam Masjid Raya Al Jabbar: Kami Kuat..
Pilihan
-
Cerita Trio Eks Kapolresta Solo Lancarkan Arus Mudik-Balik 2025
-
Gawat! Mees Hilgers Terkapar di Lapangan, Ternyata Kena Penyakit Ini
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
Terkini
-
Prabowo Didesak Rangkul Pengusaha, Tarif Trump 32 Persen Bisa Picu PHK Massal di Indonesia?
-
Viral, Mobil Digembosi di Jogja Dishub Bertindak Tegas, Ini Alasannya
-
Tanggapi Langkah Tarif Trump, Wali Kota Jogja: Kuatkan Produk Lokal!
-
Masa WFA ASN Diperpanjang, Pemkot Jogja Pastikan Tak Ganggu Pelayanan Masyarakat
-
Kurangi Kendaraan Pribadi Saat Arus Balik, Menhub Lepas 22 Bus Pemudik di Giwangan