Ilustrasi pencurian. (Pixabay/mohamed_hassan)
"Ternyata dua minggu sebelumnya ia juga melaksanakan pencurian yang sama dan mendapat Rp157 ribu di masjid itu dan karena sepi maka diulangi lagi Minggu dinihari," terangnya.
Sementara AHP di hadapan petugas mengaku melakukan aksinya karena terdesak kebutuhan. Ia merantau dari Riau dan tinggal bersama saudaranya di Prambanan. Tersangka mengaku sudah berkeluarga dan istrinya telah meninggal dunia.
"Saya hanya buruh, kebetulan tidak ada kerjaan," tuturnya tertunduk.
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
-
Sukseskan Penyelenggaraan 3T, Bantul Dapat 5 Ribu Alat Rapid Test Antigen
-
Akhir Pelarian Maling Ikan Senilai Rp 40 Juta, Dibekuk di Pontianak Timur
-
Diduga di Pontianak, Pria Menangis Sesenggukan Ketahuan Ibu-ibu Maling Bra
-
Terciduk Maling BH, Pria Ini Nangis-nangis saat Diinterogasi Warga
-
Top 5 SuaraJogja: Anggota DPRD Bantul Sebut Pemakaman Covid-19 bak Anjing
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Menjemput Rezeki dari Balik Layar Gadget hingga Ujung Canting, Kisah Difabel Bertahan Hidup di Jogja
-
PORTA by Ambarrukmo Hadirkan Pameran Eksperimental Photography "Somewhere Blue" by Nia Nanoka
-
Dari Olahraga untuk Negeri, BRI Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Saat Partai Politik Sibuk Bangun Citra, Padahal Rakyat Masih Terluka oleh Bencana