SuaraJogja.id - Presiden Joko Widodo atau Jokowi baru-baru ini melakukan kunjungan kerja ke provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam kesempatan tersebut, ia melihat kondisi tujuh bendungan yang tengah dibangun. Namun, di balik kunjungan kerjanya tersebut, beredar video sekelompok emak-emak yang saling dorong untuk bertemu dengannya.
Meskipun Jokowi sendiri sudah tidak lagi bisa menghitung berapa kali dirinya berkunjung ke kawasan tersebut, animo masyarakat untuk bisa bertemu langsung dan terlebih menyentuh tangannya masih tetaplah tinggi, terutama selama pandemi ini, Jokowi jarang ke luar Pulau Jawa.
Dalam video yang beredar, tampak segerombolan emak-emak yang berdesakan mendekati sedan hitam yang tengah melaju pelan. Presiden Jokowi bersama rombongan tengah melintas di area tersebut ketika sekelompok emak-emak berebut ingin bertemu dan juga bersalaman.
Saking ganasnya aksi emak-emak tersebut, paspampres yang ditugaskan menjaga Presiden Jokowi pun kewalahan untuk menghalaunya. Tidak hanya itu, dua anggota paspampres yang berboncengan menunggangi sepeda motor menjadi korban. Keduanya terjatuh dari motor karena didorong emak-emak.
Beruntung, beberapa anggota TNI sigap memberikan bantuan. Tanpa pikir panjang, dua anggota paspampres tersebut juga langsung kembali menunggangi motornya untuk menjaga keamanan presiden. Sementara, anggota TNI yang ada di sekitar tempat tersebut menghalau warga lainnya agar tidak berdesakan menemui presiden.
"Sebuah video yang menggambarkan the power of emak-emak hingga membuat Paspampres terjatuh dari motor saat warga mendekati Presiden Jokowi, viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi di Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) Selasa (23/2/2021)," tulis akun @smart.gram dalam keterangannya.
Video tersebut ramai dibagikan di media sosial, salah satu yang turut mengunggahnya adalah akun Instagram @smar.gram.
Sejak diunggah pada Rabu (24/2/2021), video kekuatan emak-emak dalam meruntuhkan pertahanan paspampres tersebut sudah ditayangkan lebih dari 32 ribu kali.
Ada ratusan komentar yang ikut ditinggalkan warganet. Banyak yang tak habis pikir, bagaimana sekelompok emak-emak tersebut bisa melewati penjagaan paspampres.
Baca Juga: Vaksinasi Guru Dimulai, Jokowi Targetkan Belajar Tatap Muka di Sekolah Juli
Bahkan beberapa juga ikut meninggalkan komentar menggelitik antara kagum dan heran dengan situasi tersebut.
Lihat keganasan emak-emak DI SINI.
"Baru ini liat paspampres kewalahan," tulis akun @fiesaldes****.
"Paspampres gak ada harga dirinya kalau ketemu ibu-ibu," komentar akun @yaudahhhhhh_******.
"Terimakasih pak sudah menjalankan kunjungan sesuai dengan PROTOKOL KESEHATAN yang baik," tanggapan akun @hatim*****.
Sementara akun @julian3s**** mengatakan, "Salah satu hal yang paling bikin serba salah emang ngadepin emak-emak."
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
Terkini
-
Bumi Sudah Melewati Batas Perjanjian Paris, Ancaman Krisis Iklim Tak Lagi Sekadar Ramalan
-
Belajar dari Gempa 2006, Jogja Memang Istimewa dalam Menangani Bencana
-
20 Tahun Gempa Jogja Mulai Terlupakan, Ancaman Megathrust Masih di Depan Mata
-
Berkas Kasus Daycare Little Aresha Rampung Pekan Depan, Rekonstruksi Tertutup Menyusul
-
Efisiensi Anggaran Paksa Seniman Bertahan Mandiri, Pemda DIY Prioritaskan Agenda Pusat