SuaraJogja.id - Pakar ekonomi Rizal Ramli turut memberikan komentar untuk ramainya perbincangan publik soal aktivis kesehatan Tirta Mandira Hudhi alias dr Tirta.
Dalam cuitannya pada Jumat (26/2/2021), Rizal Ramli mengutip judul video dari @tvOneNews tentang tanggapan dr Tirta soal kerumunan Jokowi di NTT belum lama ini.
Dalam judul video disebutkan bahwa menurut dr Tirta, suvenir yang dibagikan Jokowi bertujuan untuk membubarkan kerumunan.
Rizal Ramli pun mengaku sempat mengagumi dr Tirta karena sikap dan kecerdasannya soal Covid-19.
Namun tampaknya, kesan yang ia tangkap dari dr Tirta kini berubah setelah tanggapannya terhadap kerumunan Jokowi di NTT viral. Dalam komentarnya, Rizal Ramli menyinggung soal semangat menjilat kekuasaan.
"Tadinya saya sempat kagum dgn sikap & kecerdasannya ttg Covid. Tetapi ternyata sejarah & semangat menjilat kekuasaannya susah berubah," kicau @RamliRizal.
Dalam tayangan Dua Sisi, yang diunggah ke kanal YouTube tvOneNews, Kamis (25/2/2021), dr Tirta menjelaskan, kerumunan yang terjadi di NTT saat Presiden Jokowi tiba merupakan spontanitas.
Kemudian, saat ditanya soal bagi-bagi suvenir, dr Tirta beranggapan bahwa suvenir itu memang sudah menjadi persediaan tim Jokowi setiap kunjungan kerja, seperti yang dilakukan dr Tirta setiap seminar.
"Itu bagi cuma kaus, bisa aya nyetok, ya kan? Kalau yang dipermasalahkan hadiah, itu kan dalam rangka supaya membubarkan kerumunan," kata dia.
Baca Juga: Dituduh Bayaran karena Bela Jokowi, dr Tirta: Gak Usah Pakai Celah Protokol
BACA CUITANNYA DI SINI.
Berita Terkait
-
Dituduh Bayaran karena Bela Jokowi, dr Tirta: Gak Usah Pakai Celah Protokol
-
Laporan Kerumunan Jokowi Ditolak, Munarman: Bukti Apalagi yang Didustakan?
-
Viral Tarif Parkir Malioboro Sampai Rp20 Ribu dan 4 Berita SuaraJogja
-
PA 212 Desak Polri Usut Kasus Kerumunan Jokowi di NTT
-
Haikal Hassan Respons Menohok Video Kerumunan Jokowi: Ini karena Rindu
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
Terkini
-
Saling Jaga di Tengah Keterbatasan: Rutinitas Kakak Beradik Mencari Rezeki Demi Keluarga Sejak Dini
-
7 Fakta Pencurian Tabung Gas LPG 3 Kg di Jogja: Maling Babak Belur Dihantam Stik Golf
-
Sinergi Lumbung Mataraman dan Badan Gizi Nasional: Petani Punk Gunungkidul Siap Pasok Dapur MBG
-
Dishub Kota Yogyakarta Ingatkan Pasar Ramadan Tetap Prioritaskan Fungsi Jalan
-
Donny Warmerdam Dipastikan Masuk DSP PSIM Yogyakarta saat Hadapi Bali United