Scroll untuk membaca artikel
Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Mutiara Rizka Maulina
Jum'at, 26 Februari 2021 | 16:40 WIB
Ilustrasi bubur kacang hijau. - (Suara.com/Iqbal Asaputro)

"Kalau ada yang cari burjo yang masih jualan bubur kacang ijo, coba dateng ke langgananku. Jadi kalau dari utara, lewat jembatan lempuyangan lurus sampe pertigaan ciao gelato. Belok kiri dikit, nanti tempatnya kanan jalan. Namanya burjo murni. Se-murni diriku yang tidak tersentuh dosa," tulis akun @ninoputranto.

"Yang pertama adalah burjo Murni posisinya deket pertigaan Lempuyangan. Layaknya gerakan Wahabi, burjo ini 'murni' hanya menjual bubur kacang ijo dan Indomie saja. Ga ada ramesan, gada roti bakar. Hanya burjo, Indomie dan minuman pelengkap. Rasa burjonya? Paten," tulis akun @hansablast.

"Hal yg ingin kulakukan setelah corona ini berakhir adalah ke burjo murni lempuyangan pesen indomie rebus telor cabe dan burjonya nan aduhai #TravelTomorrow," tulis akun @_FebriOfficial.

Dari pengakuan warganet yang ditulis tahun ke tahun, rasa yang ditawarkan burjo ini memang sudah tiada duanya lagi. Tidak hanya menawarkan kesederhanaan menunya, tetapi juga keautentikan rasa dan kelezatannya.

Baca Juga: 10 Hotel di Jogja yang Nyaman dan Aesthetic dengan Harga di Bawah Rp350.000

Cukup mudah untuk menemukan banyak pengakuan warganet yang memberikan ulasan mengenai warung burjo di dekat Stasiun Lempuyangan ini.

"Ket jaman aku SD sih iki (Sejak jaman aku SD sih ini-red), berarti 15 tahun yang lalu? wkwkwk," tulis akun @BgusMufti.

"Ket jaman aku sd min konsisten dodol burjo tok andalan (Sejak jaman aku SD min konsisten jual burjo saja andalan-red)," tulis akun @ramdhanwgm.

Selain rasanya yang sudah dipatenkan oleh beberapa warganet, rupanya burjo ini juga menyimpan banyak kenangan, mulai dari kenangan membeli semangkok burjo hangat 15 tahun yang lalu saat masih berseragam putih merah, hingga kenangan ketika matahari bersinar terik di atas es burjo jadi pelepas dahaga paling pas.

Kehangatan hadir bukan hanya pada semangkok burjo, tetapi juga pada sebongkah kenangan akan tempatnya.

Baca Juga: Resep Caramel Bread Kekinian, Cocok Dijadikan Menu Buka Puasa

Load More