"Ya sudah ada puluhan [bonsai kelapa] di rumah," ujar Heru.
Heru menyebutkan, perlu ketelatenan untuk merawat bonsai kelapa tersebut agar tetap bisa berkembang dan hidup.
Perawatan yang dilakukan itu bermacam-macam, di antaranya memperhatikan bonkla agar tidak terlalu lama terpapar terik sinar matahari. Sebab, tempurungnya berada di atas permukaan, maka dimungkinkan untuk mudah retak.
"Lalu, pada bagian batang harus dilakukan penyayatan secara berkala biar bonsai tumbuh sesuai yang diinginkan. Setelah disayat, diusahakan jangan terkena air," terangnya.
Pemupukan bonkla, kata Heru, selama ini menggunakan pupuk alami, mulai dari pupuk kandang atau kotoran kambing saja.
Nantinya, pupuk alami atau kotoran kambing itu cukup ditaburkan pada tanaman bonsai di media tanah. Bonsai yang berada di air perlu menggunakan irisan bawang merah, ditambah penyedap rasa.
"Brambang [bawang merah] dan micin [penyedap rasa] fungsinya sebagai perangsang akar," ungkapnya.
Bukan sekadar hobi, bonsai kelapa ternyata memiliki prospek nilai ekonomis yang menggiurkan.
Potensi itu datang seiring dengan tren perawatan dan koleksi tanaman yang dilakukan masyarakat di masa pandemi Covid-19.
Baca Juga: Tak Cuma Jadi Hiasan, Tanaman Ini Bisa Bikin Ruangan Bebas Polusi Udara
Heru sendiri bisa menjual bonkla miliknya dengan harga yang bervariasi, mulai dari Rp100 ribu hingga Rp500 ribu tergantung bentuk dan kondisi tanamannya.
Berita Terkait
-
Tak Cuma Jadi Hiasan, Tanaman Ini Bisa Bikin Ruangan Bebas Polusi Udara
-
Bukan Bawa Martabak, Pria Ini Apel ke Rumah Pacar Bawa Seperangkat Tanaman
-
Bisnis Tanaman Hias di Padang Mulai Sepi Peminat
-
Jangan Asal! Begini Cara Merawat Tanaman Hias Keladi yang Benar
-
Terdampak Banjir, Pedagang Tanaman Hias di Tangerang Rugi Puluhan Juta
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Berani Lawan Arus, Komunitas Petani Punk Gunungkidul Siap Manfaatkan AI untuk Sokong Program MBG
-
Holding UMi Tancap Gas: 34,5 Juta Debitur Terjangkau, 1,4 Juta Nasabah Naik Kelas
-
Geger Temuan Mayat dalam Mobil BRV di Sleman, Korban Sempat Hilang Kontak Selama Satu Bulan
-
Estimasi Kuliah Kedokteran UGM 2026 Tembus Ratusan Juta, Setara Harga Mobil SUV?
-
Standar Global untuk BRImo, BRI Raih Sertifikasi ISO/IEC 25000