SuaraJogja.id - Masyarakat Indonesia selama beberapa waktu belakangan ini dibuat heboh dengan perpres investasi miras. Kebijakan tersebut mendapatkan kritik keras dari berbagai golongan masyarakat. Akhirnya, Presiden Joko Widodo memutuskan untuk mencabut kembali perpres tersebut.
Menteri Koordinasi Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menyampaikan, pencabutan perpres tersebut merupakan bukti bahwa pemerintah tidak anti terhadap kritik dan saran. Selama masukan yang diberikan rasional, kata Mahfud MD, pemerintah juga akan secara akomodatif menanggapinya.
Melalui akun Twitter @mohmahfudmd, sarjana Fakultas Hukum UGM tersebut mengatakan, awalnya vaksin akan diberi gratis untuk kelas bawah dan berbayar untuk kelas atas. Akibat adanya kritik, akhirnya vaksin diberikan secara gratis kepada semuanya.
Pemerintah menerima kritik mengenai vaksin tersebut dan akhirnya memutuskan vaksin diberikan gratis untuk seluruh masyarakat. Muncul kritik lagi agar perusahaan bisa melakukan vaksin secara mandiri. Pemerintah lantas memberikan izin untuk kritik tersebut.
"Semula vaksinasi akan digratiskan untuk kelas bawah dan berbayar untuk kelas tertentu. Ada yang kritik, harus-nya gratis semua. Pemerintah terima kritik itu dan gratiskan vaksin untuk semua. Ada kritik lagi, harus-nya perusahaan-perusahaan yang mau lakukan vaksinasi secara mandiri diizinkan. Ok, Pemerintah izinkan," tulis Mahfud MD dalam cuitannya.
Bukan hanya itu saja, ketika ada kritik mengenai izin investasi minuman keras untuk daerah-daerah tertentu, lanjut Mahfud MD, maka pemerintah lantas mencabutnya. Hal tersebut menjadi bukti bahwa sebenarnya pemerintah tidak alergi terhadap kritik dan saran yang diberikan masyarakat.
Selama kritik yang disampaikan rasional sebagai suara rakyat, maka pemerintah juga akan akomodatif terhadap hal tersebut. Menurut Mahfud MD, kritik adalah vitamin yang harus diserapkan ke tubuh pemerintah. Belum lama ini Presiden Joko Widodo juga meminta masyarakat untuk lebih aktif menyampaikan kritik.
"Ketika ada kritik tentang izin investasi miras untuk daerah-daerah tertentu maka Pemerintah mencabutnya. Jadi Pemerintah tak alergi terhadap kritik dan saran. Asal rasional sebagai suara rakyat maka Pemerintah akamodatif terhadap kritik dan saran. Kritik adalah vitamin yang harus diserapkan ke tubuh pemerintahan," imbuh Mahfud MD.
Sejak diunggah pada Rabu (3/3/2021), cuitan Mahfud MD mengenai berbagai kritik yang diberikan tanggapan oleh pemerintah tersebut sudah disukai lebih dari 2.000 pengguna Twitter. Ada 400 lebih warganet yang membagikan ulang, tidak sedikit juga yang lantas ikut membagikan komentar.
Baca Juga: Sudah Dibatalkan Jokowi, BKPM Pastikan Tutup Sistem Investasi Miras
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
UPN Jogja Sebut Belum Ada Tawaran Resmi Kelola MBG, Pilih Fokus Ketahanan Energi
-
Revisi UU Pemilu Tertahan di Legislatif, Akademisi Sebut Sekadar Tambal Sulam
-
Anggaran BOSDa DIY 2026 Dipangkas Rp9 Miliar, Sekolah Kecil Terancam Tak Mampu Beroperasi
-
Diduga Kelelahan dan Serangan Jantung, Satu Jamaah Haji Asal Kulon Progo Wafat di Mekkah
-
Hari Ini, BRI Bayar Dividen Para Investor