Pulang berjualan menggunakan sepeda jadulnya, Mbah Jumiyo dipepet oleh dua pemuda gondrong mengendarai sepeda motor. Ketika sudah mendekat dan meminta uang miliknya, pemuda tersebut kaget jika yang dibegal adalah Mbah Jumiyo.
"Tidak tahu orang itu langsung mengurungkan niatnya dan pergi. Mereka sempat berkata lho njenengan to Mbah? (Lho kamu ya Mbah). Setelah itu mengembalikan uang dan kabur. Saya juga tidak kenal dia siapa, apakah tetangga atau siapa, karena kondisi jalan kan gelap juga," katanya.
Setelah kejadian itu, Jumiyo mengaku tak takut. Dirinya malah sering pulang malam dan tidak pernah lagi menemukan kejadian yang sama.
Hampir 50 tahun berjualan es jadul, Mbah Jumiyo tak lupa untuk menyisihkan pendapatannya untuk disumbangkan ke orang yang lebih membutuhkan.
Menurut Mbah Jumiyo, memiliki uang atau pendapatan tak akan berarti apa-apa jika tak berbagi kepada sesama.
"Perhari bisa mengantongi Rp400-540 ribu. Saya sisihkan biasa untuk membantu panti asuhan, dengan membelikan buku iqro' dan juga Alquran. Kadang saya membantu tetangga untuk membangun rumah dan saya ikhlaskan," terang dia.
Lebih lanjut, Jumiyo tak melulu menyisihkan hasil pendapatannya untuk disumbangkan. Es jadul yang dijual sering diberikan kepada anak-anak yatim yang dia temui di jalan raya ketika mengamen. Bahkan ketika melintas di sebuah rumah panti asuhan, Mbah Jumiyo membagikan secara cuma-cuma.
"Saya ingin mereka merasa senang, walaupun hanya diberikan es jadul. Saya tak pernah merasa rugi, melihat mereka tertawa saat saya beri es itu saya juga merasa puas," terang dia.
Kerap membagikan es yang dia jual secara gratis, merupakan keinginannya sendiri. Selain untuk menyenangkan anak yatim piatu, Jumiyo yakin ada hasil yang lebih besar yang disiapkan tuhan kepada manusia.
Baca Juga: Patroli Acak di Tempat Wisata Jogja, 11 Rombongan Diminta Balik Kanan
Berbagi adalah aktivitas yang tak mudah dilakukan oleh sebagian orang. Jumiyo mengaku jika berbagi kepada sesama harus dipaksa, karena yang diyakini Jumiyo, sebagian harta manusia adalah milik orang lain.
"Sehingga sangat penting bagi saya tiap orang saling membantu orang lain. Meski membantu dengan cara yang kecil tapi jika dilakukan terus menerus, hal ini memberikan dampak yang baik bagi kita. Rezeki dari Tuhan tidak pernah disangka-sangka," kata Jumiyo yakin.
Berita Terkait
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Menyakitkan Para Pencari Kerja, Guru Besar UGM: Perbuatan Gibran Tercela, Harus Diselesaikan
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
BRI Tambah Reksa Dana Pendapatan Tetap dan Indeks Saham Berbasis ESG
-
BRI Berikan Privilege Nonton Eksklusif Buy 1 Get 2 Ticket di The Premiere Cinema XXI
-
BRI x Prodia: Pilihan Layanan Kesehatan Eksklusif untuk Nasabah BRI Prioritas serta BRI Private
-
161 Bank di Indonesia Bertumbangan, 3 di Antaranya dari Jogja! Cek Masalahnya
-
Miris 117 Kampus Muhammadiyah Tanpa Profesor, Forum PTMA Siapkan Penataan Besar