SuaraJogja.id - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membagikan pengalamannya ketika berkunjung ke salah satu warung kopi milik warga bersama dengan anaknya. Dalam momen tersebut, ia bertemu dengan salah seorang warga pelatih karate. Uniknya, warga tersebut tidak mengenalinya sebagai gubernur dan justru mendoakannya agar bisa menjadi pejabat.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @aniesbaswedan, mantan menteri pendidikan ini menceritakan bahwa saat bertandang ke salah satu warung kopi ia disapa warga yang duduk di belakang sisi kirinya. Pria berkaus hitam tersebut menyapa dan keduanya terlibat dalam sebuah percakapan.
"Sembari di warung kopi tadi siang, ada seorang pengunjung yg duduk di bangku belakang-samping menyapa dan lalu kita saling tanya jawab," tulis Anies.
Pria yang mengenakan kaos bertuliskan karate tersebut menyampaikan jika Anies mirip dengan Anies Baswedan. Mendengar pernyataan tersebut, Anies balik bertanya apakah ia benar-benar mirip. Guru karate itu menegaskan jika mereka sangat mirip, pria itu lantas menanyakan apakah dua anak lelaki di sampingnya adalah putra Anies.
Percakapan berubah menjadi antara pelatih karate dengan anak Anies, Ismail. Pria tersebut menanyakan berapa usia Ismail, sudah kelas berapa dan apakah menyukai ilmu bela diri. Ismail mengaku suka dan menyatakan sempat bergabung dalam olahraga pencak silat.
Anies lantas mengajaknya berbincang mengenai hal lainnya. Setelah ditanya, rupanya pria tersebut bekerja di Bea Cukai, namun hari itu baru saja selesai memberikan pelatihan karate. Bukan hanya seorang pelatih, pria yang tak mengenali Anies tersebut rupanya seorang karateka yang sudah mendapatkan sabuk hitam dan-4.
"Rupanya beliau bukan hanya pelatih, tapi seorang Karateka yang sudah Sabuk Hitam Dan-4," imbuh Anies.
Selanjutnya, pria tersebut ternyata masih penasaran dan bertanya dimanakan Anies bekerja dan dijawab di pemprov DKI Jakarta. Saat ditanya eselon berapa, Anies mengaku tidak memakai eselon. Pria tersebut lantas mendoakan agar Anies bisa dapat eselon dan disambut dengan ucapan terimakasih.
Penjual warkop ikut mendengarkan percakapan tersebut sembari tersenyum namun tidak memberikan komentar apa pun.
Baca Juga: Pemprov DKI Menang Kasasi Lelang ERP, PKS Minta Anies Segera Siap-siap
Sambil menatap rombongan Anies, pria pelatih karate tersebut menggelengkan kepala sembari kembali menyatakan jika Anies mirip dengan Anies Baswedan.
"Ada pengunjung lain, di seberang meja beliau yang rupanya ikut mendengarkan, lalu nimbrung dan nyeletuk, 'Pak, itu memang Pak Anies!'" tulis Anies.
Mendengar pernyataan dari pengunjung warkop lainnya, pria itu menyebutkan satu kalimat dzikir dan hampir melompat, goyah dari kursinya.
Anies menutup cerita pertemuannya dengan salah seorang warga yang tak mengenali dirinya itu dengan dua emoji tertawa lebar.
Sejak diunggah Minggu (14/3/2021), cerita Anies saat berkunjung ke salah satu warkop bersama kedua anaknya tersebut sudah disukai lebih dari 170 ribu kali.
Ada 8.000 lebih komentar yang ditinggalkan warganet, banyak yang memuji Anies sebagai pemimpin yang sederhana dan membumi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Permohonan Data Publik Menguat, KDI Tangani 41 Sengketa Informasi Pertanahan di DIY
-
Seminar Moderasi Beragama UNY, Generasi Z Sleman Belajar Toleransi di Era Digital
-
Bukan Tanpa Alasan, Ini Penyebab Utama Proyek Pengolahan Sampah di DIY Tertunda
-
Tragedi Daycare Little Aresha: Pemkot Yogya Kerahkan 94 Psikolog
-
Enam Warga DIY Pernah Positif Hantavirus pada 2025, Masyarakat Diminta Tak Panik