SuaraJogja.id - Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bantul memberikan sosialisasi program padat karya dari Bantuan Keuangan Khusus Provinsi DIY.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Perluasan Kerja, dan Transmigrasi Yanatun Yunadiana menyampaikan untuk tahun 2021 total jumlah padat karya dari BKK ada 60 titik.
Sementara untuk program padat karya dari APBD Kabupaten Bantul ada 103 titik. Sehingga total keseluruhan program padat karya Disnakertrans Bantul ada 163 titik.
"Tahun ini kita ada untuk dana BKK itu ada 60 titik dan dana APBD ada 103 titik totalnya ada 163 titik," ujar Yanatun saat ditemui wartawan Selasa, (23/3/2021).
Baca Juga: Vaksinasi 6.400 Guru SD di Bantul Ditarget Selesai Pekan Ini
Selanjutnya dana yang diberikan untuk setiap titik dari Dana BKK sebesar Rp 160 juta. Sedangkan dari APBD setiap titiknya ada Rp 100 juta.
"Total dana yang diberikan tiap titiknya Rp260 juta. Program ini tersebar merata di 17 kecamatan," rincinya.
Dalam pertemuan dengan warga tersebut, Sekretaris Disnakertrans Bantul, Istirul Widilastuti menekankan mengenai pentingnya pelaksanaan program sesuai dengan ketentuan yang diberikan.
Sebelum melaksanakan program padat karya, masyarakat akan terlebih dahulu diikutkan dalam bimbingan teknis. Hal ini bertujuan untuk menyamakan persepsi antara petugas lapangan dengan tukang.
"Biar mereka sama persepsi agar tidak terjadi kesalahan fisik di lapangan," ujar Tirul.
Baca Juga: Ada Usul Parangtritis Tarik Retribusi Malam Hari, Ini Kata Dispar Bantul
Pembangunan di OPD lainnya memiliki ketentuan tersendiri. Jika terjadi kesalahan pembangunan akan dilakukan pembongkaran. Terpenting program selesai sesuai dengan jadwal.
Dalam ketentuannya sendiri disebutkan bahwa program padat karya tidak memiliki ganti rugi. Baik untuk lahan atau pekarangan yang terdampak. Sehingga jika ada permasalahan serupa harus diselesaikan sebelum program dijalankan.
Wakil Bupati Kabupaten Bantul, Joko Purnomo berharap agar program itu tidak berhenti hanya pada padat karya saja. Masih ada beberapa program lainnya yang ia tawarkan.
"Sebagai wakil bupati saya bangga ada sosialisasi ke 163 titik. Dalam satu hari bisa pergi ke lima titik," ujar Joko.
Joko berharap agar keberadaan program ini bisa mendorong perputaran roda ekonomi di tengah masyarakat. Terutama dengan situasi pandemi yang masih menghantui sektor ekonomi.
Berita Terkait
-
Tarif Trump 32 Persen Ancam Industri Padat Karya, Jutaan Pekerja Bakal Terdampak PHK?
-
Prabowo Diminta Turun Tangan, Industri Rokok Padat Karya Terancam Aturan Pemerintah
-
Ekonom Nilai Insentif PPh 21 Jadi Angin Segar Bagi Industri Padat Karya
-
Rahasia Prabowo Genjot Lapangan Kerja: Industri Padat Karya Jadi Andalan Utama
-
Agar Tak Ada PHK, Industri Tekstil Mau Diberi Paket Stimulus Kredit Investasi dari Prabowo
Tag
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
Terkini
-
Harga Kebutuhan Pokok di Kota Yogyakarta Seusai Lebaran Terpantau Stabil
-
Tiga Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Parangtritis, Satu Masih Hilang
-
Cerita UMKM Asal Bantul Dapat Pesanan dari Amerika di Tengah Naiknya Tarif Impor Amerika
-
Diserbu 110 Ribu Penumpang Selama Libur Lebaran, Tiket 50 Perjalanan KA YIA Ludes
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo