Petugas berusaha menyelamatkan perempuan yang hendak lompat dari jembatan PIK 2 Jakut. - (Facebook/Marvel)
"Hargai perasaan orang lain. Tingkat depresi nya sudah sampai mana tidak ada yg tahu. Respect buat pak satpamnya masih peduli," tambah @and***.
"Ini soal kemanusiaan. Bukan soal "menang banyak". Pahami itu dan hati-hatilah saat berkomentar wahai netijen. Di sisi lain, berempatilah sebagai manusia, depresi itu beda-beda tingkatnya dan jangan langsung dijudge dengan dalih agama," terang @ker***.
CEK UNGGAHANNYA DI SINI.
Catatan Redaksi: Hidup sering kali sangat berat dan penuh tekanan, tetapi kematian tidak pernah menjadi jawabannya. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecenderungan bunuh diri, sila hubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas atau rumah sakit terdekat.
Berita Terkait
-
Merinding To The Bone! Nginap di Hotel Angker, Cuma 15 Menit Langsung Cabut
-
Gadis Bongkar History Pencarian Video di Youtube Ayahnya, Isinya Bikin Syok
-
Viral Video Profesor Minta Mahasiswi Nikmati Diperkosa saat Kuliah Online
-
Pura-pura Jatuh saat Atraksi, Pemuda Ini Sukses Bikin Warganet Jantungan
-
Haru! Kehabisan Uang di Kos, Gadis Ini Nangis Kejer Pas Lihat Kiriman Ortu
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
Terkini
-
Bumi Sudah Melewati Batas Perjanjian Paris, Ancaman Krisis Iklim Tak Lagi Sekadar Ramalan
-
Belajar dari Gempa 2006, Jogja Memang Istimewa dalam Menangani Bencana
-
20 Tahun Gempa Jogja Mulai Terlupakan, Ancaman Megathrust Masih di Depan Mata
-
Berkas Kasus Daycare Little Aresha Rampung Pekan Depan, Rekonstruksi Tertutup Menyusul
-
Efisiensi Anggaran Paksa Seniman Bertahan Mandiri, Pemda DIY Prioritaskan Agenda Pusat