Ditanya mengenai 10 pilihan sekolah tersebut, diungkapkan Didik, bahwa pemilihan itu mempertimbangan jumlah siswa yang tidak terlalu banyak. Pasalnya sesuai rencana hanya akan 50 persen siswa yang masuk atau datang ke sekolah.
Lalu juga dengan pertimbangan status zona Covid-19 di masing-masing sekolah tersebut atau pada tingkat kecamatan pada waktu itu. Walaupun tidak dipungkiri zonasi itu memang dapat berubah.
"Tingkat kesiapan gugus tugas di masing-masing sekolah juga jadi pertimbangan. Kemudian, kesiapan APD seperti, tempat cuci tangan, penyemprotan disinfektan rutin atau tidak dan sebagainnya," ujarnya.
Terkait rancangan pembelajaran tatap muka sendiri, pihaknya telah merancang pertemuan selama 3 jam saja. Namun memang aturan itu bisa dimodifikasi sendiri oleh masing-masing sekolah.
Baca Juga: DIY Dukung Masjid dan Rumah Ibadah Jadi Tempat Vaksinasi
"Tatap muka kita rancang selama 3 jam saja. Ada yang modifikasi waktu, jadwal itu kita serahkan sekolah masing-masing. Tapi pada intinya menghindari kerumunan dan protokol kesehatan jalan terus," tegasnya.
Sementara itu Kepala Sekolah SMKN 1 Yogyakarta Elyas, menyatakan kesiapan sekolah untuk menyambut pembelajaran tatap muka. Pasal memang persiapan itu sudah dilakukan sejak beberapa waktu yang lalu.
"Sebenarnya kita sudah sangat siap. Secara prokes pun kita sudah sangat siap. Kita juga sudah siapkan jalur. Misalkan siswa masuk, dan naik turun tangga itu kita sudah beri tanda. Ada tempat cuci tangan dengan sabun, lalu cek suhu dan sebagainya," kata Elyas.
Penyemprotan disinfektan pun selalu rutin dilakukan. Mengenai mekanisme pembelajaran tatap muka pun sudah dirancang menggunakan sistem sif dengan maksimal 4 jam saja.
Elyas menyebut pemberian vaksinasi Covid-19 bagi guru dan tenaga kependidikan yang telah dilakukan pun membuat pihaknya semakin merasa lebih tenang. Menurutnya vaksinasi yang tinggal menunggu suntikan kedua itu membuat rasa percaya diri dalam membuka pembelajaran tatap muka semakin meningkat.
Baca Juga: Hasil Evaluasi Tahunan Pemkab Bantul, Inspektorat DIY Temukan Dua Masalah
"Kita sudah divaksin kemarin tanggal 19 Maret 2021 untuk guru dan tenaga kependidikan. Kedua nanti diperkirakan tanggal 3 April. Kalau kita sudah divaksin semua kan ada rasa tenang to mas. Ya, Insya Allah, vaksin kedua nanti juga semaki percaya diri dan yakin," tegasnya.
Berita Terkait
-
Dikumpulkan di Istana, Prabowo ke Anak-anak Sekolah: Jangan Ikut-ikut Hal Negatif!
-
Kapan Masuk Sekolah Setelah Libur Lebaran 2025? Ini Jadwal Kalender Belajar
-
Alhamdullillah! Dana BOS Madrasah dan BOP RA Cair, Berikut Syarat Pencairannya
-
Usai Lebaran, Prabowo Cari Guru Sekolah Rakyat! Begini Mekanismenya
-
Tak Harus Tunggu SPMB, Mendikdasmen Sebut Siswa Bisa Daftar Sekolah Rakyat Kapan Saja
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
Pilihan
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
Terkini
-
Harga Kebutuhan Pokok di Kota Yogyakarta Seusai Lebaran Terpantau Stabil
-
Tiga Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Parangtritis, Satu Masih Hilang
-
Cerita UMKM Asal Bantul Dapat Pesanan dari Amerika di Tengah Naiknya Tarif Impor Amerika
-
Diserbu 110 Ribu Penumpang Selama Libur Lebaran, Tiket 50 Perjalanan KA YIA Ludes
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo