SuaraJogja.id - Sejumlah musisi Jogja, media serta sejumlah vendor menggelar konser amal di Ballroom Sleman City Hall (SCH), DI Yogyakarta, Minggu (11/4/2021).
Konser amal tersebut merupakan bentuk kepedulian para musisi termasuk vendor musik serta Master of Ceremony (MC) Yogyakarta, terhadap masyarakat yang terdampak banjir NTT sejak satu pekan lalu.
Konser amal bertajuk 360 Menit untuk NTT ini diikuti oleh 19 band yang digelar secara daring. Dimulai pukul 15.00-21.00 wib, para musisi juga berdonasi yang hasilnya akan dikirim ke NTT.
Salah seorang musisi kelahiran, Flores, NTT yang berdomisili di Yogyakarta, Gabriela Fernandez cukup terpukul saat kampung halamannya terkena musibah itu.
"Saya cukup kaget mendengar kampung halaman di NTT terjadi banjir sebesar itu. Ada keluarga yang tinggal di sana, tetapi saya bersyukur mereka jauh dari titik bencana. Lokasi yang parah di Andara dan Lembata," terang Gabriela ditemui Suarajogja.id, Minggu.
Musisi Solois yang sejak 2017 mengawali kariernya di dunia musik itu ikut berdonasi dengan melelang salah satu karyanya berupa lukisan.
"Selain bermusik, saya juga berkarya dengan melukis. Ada satu lukisan yang saya ikutkan di pameran yang ada di Jogja, saya lelang dan hasilnya nanti untuk korban bencana banjir di NTT," katanya.
Lukisan yang dibuat bersamaan dengan rilis album terbaru Gabriel bernama A Sailboat Beneath The Sea itu menceritakan tentang kehidupan maritim di NTT. Gabriel tak menargetkan hasil lelangnya.
"Siapapun dan seberapapun hasil dari lelang itu, jumlahnya akan saya donasikan kepada korban yang membutuhkan," tambah alumni Universitas Sanata Dharma itu.
Baca Juga: Perempat Final Piala Menpora 2021: Prediksi PSS Sleman Vs Bali United
Tinggal di Kota Pelajar sejak 2012, Gabriela melihat bahwa kepedulian warga Jogja menanggapi kebencanaan sangat tinggi. Tanpa mengharap timbal balik, musisi dan vendor musik tak perhitungan untuk berdonasi.
"Srawung (kebersamaan) di sini baik sekali. Sejak ada bencana di NTT kami sudah bergerak untuk menyiapkan acara konser amal ini. Jadi saya juga bersemangat untuk kegiatan amal ini," terang Gabriela.
Selain Gabriela salah satu vokalis band Montesa, Kidung mengaku bahwa musisi juga harus memiliki kepedulian yang tinggi. Ia dan ketiga personelnya menyisihkan sebagian hasil konser yang pernah mereka lakukan untuk didonasikan di konser daring itu.
"Itu sebuah peristiwa besar dimana warga bahkan saudara kita mengalami kejadian yang tak mereka duga. Bagi kami wajib setiap orang saling membantu ketika bencana besar ini terjadi. Apalagi kami memiliki banyak penggemar dan ikut mengajak pada kebaikan untuk saling membantu," ujar Kidung.
Panitia penyelenggara 360 Menit untuk NTT, Dicky Mahendra menjelaskan ide ini muncul dari obrolan kecil antara musisi yang ingin membantu warga NTT dengan cara bermusik.
"Duka NTT adalah duka kita semua. Saya pikir langkah yang kami buat ini masih kecil dibanding kegiatan donasi yang lain. Namun musisi adalah manusia kami berharap ukuran tangan kami bisa membantu mereka yang terdampak banjir bandang," kata Dicky.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
BEM UGM Berubah Jadi SEMA, Pemilu Mahasiswa Dihapus dan Diganti Meritokrasi
-
BEM UGM Resmi Berubah Nama Jadi Serikat Mahasiswa
-
Bumi Sudah Melewati Batas Perjanjian Paris, Ancaman Krisis Iklim Tak Lagi Sekadar Ramalan
-
Belajar dari Gempa 2006, Jogja Memang Istimewa dalam Menangani Bencana