SuaraJogja.id - Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito berkolaborasi bersama Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FKKMK UGM) mengembangkan terobosan terbaru dalam penanganan pasien Covid-19.
Penanganan itu dengan memanfaatkan terapi stem cell atau sel punca atau induk yang belum berkembang. Metode ini diklaim dapat membantu untuk memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak salah satunya akibat Covid-19.
Sekretaris Pokja Tim Stem Cell RSUP Dr Sardjito Rusdy Ghazali Malueka mengungkapkan bahwa penelitian penanganan pasien Covid-19 dengan metode stem cell ini dipilih atas dasar kajian-kajian yang ada. Hingga saat ini proses penelitian ini masih terus dilakukan.
"Nah yang kita lakukan pada terapi stem cell pada Covid-19 ini adalah dengan memberikan stem cell dari luar. Dengan harapan kita bekerja memperbaiki fungsi-fungsi atau organ-organ yang rusak dalam ini adalah paru," kata Rusdy kepada awak media di Gedung Administrasi RSUP dr. Sardjito, Jumat (16/4/2021).
Rusdy menjelaskan stem cell juga memiliki efek anti-inflamasi, yakni efek yang bisa digunakan untuk memperbaiki peradangan yang ditimbulkan karena Covid-19 tadi.
"Efek tersebut juga diharapkan juga dapat mencegah badai sitokin penyebab perburukan pada pasien Covid-19. Kemudian kondisi gangguan peradangan lain pada pasien Covid-19 yang bisa merusak sel paru tadi bisa ikut diatasi dengan pemberian stem cell ini," terangnya.
Lebih lanjut diketahui bahwa setiap orang memiliki stem cell hanya saja dengan jumlah yang terbatas. Stem cell adalah sel induk yang belum berkembang menjadi spesifik menjadi misalnya sel darah, sel paru-paru, dan lain sebagainya.
Terapi stem cell, klaim Rusdy, dapat menaikkan persentase kesembuhan pasien Covid-19. Hal itu terbukti dengan membaiknya salah satu pasien di RSUP Dr Sardjito yang masuk ke dalam pra penelitian.
Terkait dengan pasien yang ada di RSUP Dr Sardjito itu, meski masih di luar masa penelitian tapi tetap sudah diberikan metode stem cell dengan protokol yang ada. Pemberian itu juga dilakukan atas permintaan khusus serta kondisi tertentu.
Baca Juga: RS Sardjito Sampaikan Penyebab Meninggalnya Gusti Hadiwinoto
"Dari pasien yang sudah ada, memang ada perbaikan yang signifikan pasca-pemberian stem sel. Dari kondisi klinis pasien sembuh hingga bisa pulang. Kemudian dari ronsen thorax-nya hasilnya baik pasca-stem cell," ucapnya.
Rusdy menyampaikan, pada penelitian yang sudah dilakukan di luar negeri menunjukkan ada peningkatan survival, sehingga diklaim pasien lebih mungkin hidup apabila melakukan terapi stem cell sebanyak 2,2 lipat.
"Kemudian pasien juga bisa lebih cepat pulih ketika sudah diberikan stem cell," imbuhnya.
Penelitian di RSUP Dr Sardjito saat ini masih menyasar 9 pasien. Namun, tidak semua pasien tersebut diberikan stem cell.
Pasalnya penelitian itu menggunakan metode double blinded sehingga dari pihak peneliti pun tidak mengetahui siapa pasien yang diberikan stem cell. Begitu juga dengan pasien tidak mengetahui hal serupa.
"Nah kita baru akan tahu pasien A dapat stem cell atau tidak tadi setelah semua penelitian selesai. Kalau yang sembilan ini belum bisa bilang hasilnya karena evaluasi 3 bulan. Sementara ini penelitian baru beberapa Minggu," tuturnya.
Berita Terkait
-
Lagi, 4 Orang Tewas Karena Pembekuan Darah Usai Disuntik Vaksin AstraZeneca
-
Kasus Covid-19 Kembali Menggila, Satu Ranjang Digunakan Dua Pasien
-
4 Warga Italia Tewas Akibat Pembekuan Darah Vaksin AstraZeneca
-
Pasien Covid-19 Boleh Berpuasa saat Ramadhan, Ini Penjelasan Para Pakar
-
Prihatin! Guru TK Ini Meninggal Saat Isolasi Mandiri di Rumah
Terpopuler
- Di Tangan Suahasil, MBG Jadi Prioritas Subsidi Energi Dipangkas
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- Tan Cheng Hoe Gerah Lihat Pemain Malaysia Larut dalam Kekecewaan: Stop Nangis
- 7 Sepatu Jalan Paling Awet yang Solnya Empuk untuk Perjalanan Jauh
Pilihan
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
Terkini
-
Tak Sekadar Turnamen, Juara ANC Dibidik Masuk Jalur Pembinaan FFI hingga U-21
-
Proyek PSEL DIY Dikebut Akhir Tahun, Tapi Izin Belum Diajukan
-
Stem Cell Jadi Ladang Bisnis Kecantikan, Dokter Ingatkan Produk Ilegal dan Klaim Berlebihan
-
BRI dan KPK Perkuat Gerakan Antikorupsi melalui PELOPOR 2026
-
Papermoon Gelar Pesta Boneka #10 di Jogja, Hadirkan 193 Seniman dari 24 Negara