SuaraJogja.id - Kapolsek Kotagede, Kompol Dwi Tavianto mengaku telah mengambil keputusan sesuai aturan hukum yang berlaku atas kasus penganiayaan yang menimpa salah seorang remaja bernama Kevin (15). Dwi mengatakan jika pelaku berinisial D (14) tak ditahan karena sudah memenuhi aturan yang berlaku.
“Jika melihat dari hukum yang berlaku, memang kami kembalikan kepada orang tua. Jika ada yang kecewa, kami berpedoman dengan undang-undang serta aturan yang ada. Sehingga hasilnya dikembalikan kepada orang tua karena masih anak-anak. Disamping itu ancaman hukuman pelaku tak lebih dari tujuh tahun,” ujar Dwi dihubungi wartawan, Minggu (18/4/2021).
Ia mengatakan bahwa D memang memenuhi unsur tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan orang lain terluka. Hal itu terkandung dalam pasal 351 KUHP.
“Pelaku D secara hukum kami kenai Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. Maksimal hukuman lima tahun penjara,” ujar dia.
Dwi menjelaskan pelaku D yang masih dibawah umur harus mengikuti proses Pengadilan Anak. Lantaran ancaman hukuman tak melebihi tujuh tahun penjara dimana dalam Pasal 351 KUHP hanya dijerat paling lama hukuman lima tahun penjara, pelaku diserahkan kembali kepada orang tua dan bertanggung jawab melakukan pendampingan.
Kasus kekerasan jalanan atau klitih yang menimpa Kevin saat usai ibadah subuh di depan RSKAI Permata Bunda, Jalan Ngeksigondo, Kelurahan Prenggan, Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta, Rabu (14/4/2021) menadapat sorotan publik. Akun Instagram infocegatan_jogja membagikan bahwa ada salah seorang kerabat korban yang meminta keadilan lantaran pelaku tak ditahan.
Dalam narasi yang dibagikan Minggu (18/4/2021) tertulis jika orang tersebut berterimaksih kepada Polsek Kotagede yang berhasil mengungkap kasus tersebut.
"MENGHARAPKAN KEADILAN. Trimakasih kepada Polsek Kotagede yg telah membantu menangkap para pelaku dan juga trimaksih juga kepada teman-teman semua yg membantu saya,” tulis di dalam akun tersebut.
Penulis yang tertera bernama Amalia Marini itu membagikan kegundahannya lantaran remaja yang disebutkan sebagai anaknya bernama Kevin mengalami penganiayaan oleh orang tak dikenal.
Baca Juga: 5 Fakta Rumah Pocong Sumi Kotagede, Tragedi Sumini hingga Sejarah Bangunan
"Lur, nyuwun sewu pengen curhat nggih (permisi mau curhat ya). Anak lanang (laki-laki) saya yang mbarep (paling tua), Kevin (15 tahun) tanggal 14 April lalu jadi korban klitih di seberang RS Permata Bunda, Kotagede. Dia digapruk (dilempar) batu besar di wajah. Jatuhpun masih dikepruk batu. Rahang atasnya pecah, tulang hidung mblesek, muka bengkak dan Senin siang besok dioperasi di RS Hardjolukito. Nyuwun doanya nggih (minta doanya ya),” lanjutnya.
Ia mengaku kecewa dengan keputusan pihak berwajib yang tidak menahan pelaku. Selain itu dia menilai jika kasus ini adalah penganiayaan dimana pelaku perlu mendapat hukuman yang setimpal. Dirinya juga meminta keadilan.
“Para pelaku ki gak ditahan polsek Kotagede (pelaku tidak ditahan Polsek Kotagede) setelah ada KPAI dan pengacara yang membela para pelaku dengan alasan masih anak-anak. Kok rasane ngganjel (rasanya tidak puas) ya. Saya gemledhek (jengkel) sama para pelakunya, ini kan pidana dan membahayakan nyawa. Anak saya yo masih anak-anak dan dibuat cacat seumur hidup je. Gimana hak anak saya untuk dapat keadilan?,” keluh dia.
Menjawab kekecewaan tersebut, Kapolsek Kotagede mengaku langkah itu sudah sesuai aturan hukum. Pelaku D yang secara usia masih anak-anak harus dilakukan proses Pengadilan Anak.
“Jadi kami hanya mengikuti aturan perundang-undangan yang ada. Ada bagian yang harus dilalui karena pelaku masih di bawah umur, sehingga ada UU Pengadilan Anak untuk proses hukumnya. Sehingga pelaku kami kembalikan ke orang tua,” terang dia.
Disinggung apakah ada hukuman khusus untuk wajib lapor ke Polsek Kotagede, Dwi mengatakan belum memberlakukan hal tersebut kepada D.
Berita Terkait
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Bahlil Rangkap Menteri dan Menko, Pengamat Sebut Prabowo Selamatkan Agenda Politik 2029
-
Resep Kuliner Tradisional Mulai Hilang, 45 Persen Warisan Gastronomi Indonesia Terancam Punah
-
Keluarga Eks-Napiter Terjebak Stigma, Deradikalisasi Dinilai Tak Cukup Sasar Pelaku
-
JPW: Kapolri Baru Tak Berdampak Jika Pekerjaan Rumah Dibiarkan Mangkrak
-
Pratikno dan Listyo Sigit Kena Resuffle, Prabowo Disebut Bersih-bersih Orang Jokowi