SuaraJogja.id - Menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri, suasana di bagian pakaian Pasar Beringharjo masih tampak sepi. Tidak banyak pengunjung yang datang untuk berbelanja pakaian, kerudung, mukena ataupun kelengkapan ibadah dan persiapan Lebaran lainnya.
Perayaan Hari Raya Idulfitri di Indonesia sendiri biasanya identik dengan kegiatan mudik atau pulang kampung serta pakaian baru di hari raya. Sebelum pandemi merebak, kebanyakan umat Islam akan mulai memadati pusat perbelanjaan untuk membeli pakaian baru yang digunakan ketika Lebaran.
Dari pantauan SuaraJogja.id, suasana di Pasar Bringharjo 13 hari menjelang Lebaran masih tampak sepi. Beberapa pengunjung yang datang banyak yang mendatangi toko kerudung dan perlengkapan pakaian muslim. Sementara lapak pakaian lainnya nampak sepi, sehingga para penjual nampak duduk di lorong menunggu pembeli.
Salah seorang pengunjung asal Gunungkidul, Asmiatun, mengatakan bahwa ia hanya kebetulan melintas dan berkunjung ke Pasar Bringharjo. Bersama dengan dua anaknya, ia menyempatkan mampir ke salah satu ikon Kota Yogyakarta ini untuk membeli kerudung.
"Dari rumah saudara, sekalian mampir kesini cari kerudung," ujar Asmiatun saat ditemui di Pasar Beringharjo Jumat (30/4/2021).
Ia sendiri mengaku tidak berbelanja dalam rangka persiapan Lebaran. Kerudung yang dibeli merupakan kebutuhan pokok yang ia kenakan sehari-hari. Dalam suasana pandemi saat ini, Asmiatun mengaku tidak melakukan banyak persiapan menjelang Lebaran dan hanya merayakannya secara sederhana bersama keluarga di rumah.
Sementara itu pengunjung lainnya, Siti Maesaroh merupakan seorang pendatang dari Tegal. Selama berada di Yogyakarta, Siti dan keluarganya tinggal di kawasan Pleret, Bantul. Kebijakan pemerintah yang melarang aktivitas mudik dan kewajiban untuk melakukan swab membuatnya tidak pulang kampung.
"Enggak, sekarang kan dilarang. Banyak swab swab juga di jalan," terangnya.
Bersama anak dan adiknya, Siti berkunjung ke Pasar Bringharjo juga bukan untuk membeli kebutuhan Lebaran. Ia justru berniat mencari parcel maupun zakat yang banyak diberikan menjelang Lebaran. Menurut pengakuannya, tahun sebelumnya ia banyak menerima zakat atau parcel di Pasar Bringharjo.
Baca Juga: Pandemi Jadi Inspirasi Koleksi Busana Idulfitri Sapto Djojokartiko
Selain karena adanya larangan mudik, Siti memilih merayakan Lebaran jauh dari keluarga besar lantaran himpitan ekonomi. Ia mengaku kesulitan untuk makan sehari-hari. Identitasnya yang tercatat sebagai warga Tegal membuatnya kesulitan mendapatkan bantuan dari pemerintah.
Sementara itu, sebagian besar penjaga toko yang ditemui enggan memberikan komentar lantaran pemilik toko tidak ada di tempat.
Berita Terkait
-
Pandemi Jadi Inspirasi Koleksi Busana Idulfitri Sapto Djojokartiko
-
Lebaran di Bekasi: Open House Dilarang, Tempat Wisata Boleh Dibuka
-
Penjual Parsel Lebaran Mulai Bangkit Ditengah Pandemi
-
Harga Sembako di Kabupaten Bekasi Masih Stabil Jelang Lebaran
-
Curhat Pilu Sopir Travel Tak Boleh Beroperasi, Mobil Berujung Dikandangin
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Tiga Kampus Tersandung Kasus Pelecehan Seksual, Satgas Seharusnya Tak Sekadar Formalitas
-
Tegas! UAD Berhentikan Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual di Lokasi KKN
-
Dugaan Warga Sleman Jadi Korban Mafia Tanah, Kantor Pertanahan Ungkap Temuan Ini
-
Unisa Yogyakarta Raih Penghargaan JBBA 2026 di Klaster Pendidikan
-
Seru, Dapatkan Harga Istimewa Hyundai Creta Lewat Program Triple Zero & Trade-In Benefit