SuaraJogja.id - Foto Nani Aprilliani Nurjaman pakai daster di balik jeruji besi beberapa waktu lalu viral di media sosial seiring dengan terungkapnya kasus sate beracun. Dari konfirmasi pihak kepolisian, foto tersebut tersebar setelah sebelumnya sempat diunggah oleh istri salah seorang anggota Polsek Bantul.
Menanggapi hal tersebut Kadiv Humas Jogja Police Watch atau JPW, Baharuddin Kamba menduga bahwa ada unsur kesengajaan yang dilakukan oleh oknum polisi beserta istrinya hingga akhirnya foto Nani pelaku sate beracun yang mengenakan daster bisa tersebar luas.
Menurutnya, pertama, karena anggota Polsek Bantul itu dengan sadar mengambil foto tersangka Nani sebanyak dua kali tanpa hak meskipun alasannya bahwa tersangka Nani berpakaian daster dan belum mendapatkan pakaian dari pihak keluarga tersangka.
"Kedua, secara sadar istri dari anggota Polsek Bantul tersebut menjadikan foto tersangka Na di dalam sel ke status whatsapp dan viral di media sosial. Padahal status whatsapp yang kita miliki dapat dilihat maupun dishare ke orang lain," katanya seperti dilansir dari Harianjogja.com, Rabu (5/5/2021).
Menurut Kamba, hak orang yang ditahan dan bagaimana seharusnya polisi memperlakukan tersangka diatur dalam Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia No.8/2009 tentang Implementasi Prinsip dan Standar Hak Asasi Manusia dalam Penyelenggaraan Tugas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Perkapolri 8/2009).
Selain yang diatur pasal 57, pasal 58, pasal 59, pasal 60, pasal 61, pasap 62 dan pasal 63 pada Undang -undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).
Kamba mengatakan, salah satu tujuan Perkapolri 8/2009 ini adalah untuk menjamin pemahaman prinsip dasar HAM oleh seluruh jajaran Polri agar dalam melaksanakan tugasnya senantiasa memperhatikan prinsip-prinsip HAM.
Pada pasal 22 ayat (3) Perkapolri 8/2009 yang mengatakan bahwa tahanan yang pada dasarnya telah dirampas kemerdekaannya harus tetap diperlakukan sebagai orang yang tidak bersalah sebelum ada putusan hukum yang berkekuatan tetap atau inkracht.
"JPW mendorong Propam Polda DIY untuk melakukan pemeriksaan adanya dugaan pelanggaran kode etik terhadap anggota Polsek Bantul beserta istrinya terkait foto tersangka Nani yang berada di dalam sel tahanan dan sempat viral di media sosial. Tidak cukup dengan pemanggilan dan teguran terhadap anggota Polsek Bantul tersebut," tegas Kamba.
Baca Juga: Teka-Teki Sosok R Dalam Kasus Sate Beracun, Begini Penjelasan Polda DIY
Kapolsek beri teguran
Sebelumnya seperti diberitakan Suarajogja.id, Kapolsek Bantul Kompol Ayom Yuswandono mengakui foto Nani pelaku sate beracun yang viral saat pakai daster memang diambil oleh anggotanya. Hal itu untuk menunjukkan kepada keluarga Nani agar segera mengirim pakaian yang layak selama di tahanan.
"Sebenarnya anggota itu memfoto hari Sabtu (1/5/2021), kemudian karena pakaiannya daster diberitahu anggota jangan pakaian seperti itu. Lalu ada yang bertanya adakah keluarga yang bisa dihubungi agar diganti (pakaian) lebih layak," kata Ayom.
Namun setelah mendapatkan nomor keluarga Nani dan menghubunginya ternyata tidak ada yang bisa mengirimkan pakaian. Akhirnya anggota tersebut mengambil foto lagi sebagai bukti bahwa Nani berpakaian seperti itu karena belum mendapat kiriman pakaian.
"Setelah minta nomor dan dihubungi anggota saya itu tidak bisa semuanya. Lalu difoto dan setelah lepas dinas itu, istri anggota ini tanya ada cerita apa, ada tahanan masalah sate?," katanya.
Istri anggota tersebut kemudian meminta agar mengirimkan foto Nani di dalam sel dengan mengenakan daster lewat gawainya.
Tag
Berita Terkait
-
Polisi Dalami Sosok Inisial R di Kasus Sate Beracun
-
Top 5 SuaraJogja: Penjelasan Foto Nani Pelaku Sate Beracun Berdaster di Sel
-
Sosok Aiptu Tomi Menjadi Target Sate Beracun, Pernah Tangani Kasus Ini
-
Viral Nani Pelaku Sate Beracun Pakai Daster di Sel, Ini Penjelasan Polisi
-
Dalami Sosok R, Polisi Buka Kemungkinan Tes Kejiwaan Nani Pelaku Sate Racun
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
Terkini
-
4 Atlet Junior Padel DIY Tembus Seleksi Timnas KU-18, Buktikan Bakat Tak Kenal Latar Belakang
-
Jogja Disesaki Ratusan Kampus, Tapi Tambang Ide Belum Banyak Terserap Masyarakat
-
11 Bangunan Lama Diratakan dengan Tanah, Wajah Stasiun Lempuyangan Mulai Diubah
-
Perkuat Portofolio, BRI Wealth Management Ungkap Strategi Diversifikasi Investasi Syariah
-
Hanung Bramantyo Bawa Sejarah Kelam 1965 Lewat Film Horor Lobang Buaya, Berharap Buka Ruang Diskusi