SuaraJogja.id - Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto tidak menutup kemungkinan akan melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap Nani Aprilliani Nurjaman (25) tersangka kasus sate racun sianida yang menewaskan Naba Faiz Prasetyo (10), bocah SD anak seorang driver ojol, Bandiman di Bantul.
"Pemeriksaan kejiwaan terhadap tersangka sampai saat ini belum. Tapi nanti itu kan juga akan dilakukan kalau ada indikasi misalnya jawaban dari beberapa pertanyaan kemudian berulang-ulang dan tidak ada konsistensi jawaban. Maka itu akan dilakukan pemeriksaan kejiwaan. Tapi kalau selama ini belum ya belum diperlukan," kata Yuli, kepada awak media di Mapolda DIY, Selasa (4/5/2020).
Lebih lanjut Yuli menuturkan pemeriksaan kejiwaan yang mungkin dilakukan itu juga bisa dilakukan untuk memperjelas sosok R yang sempat disebut-sebut berpengaruh dalam aksi tersangka.
Sebab hingga saat ini memang penyidik belum bisa memastikan apakah sosok R itu merupakan benar nyata sosoknya atau hanya reka-reka tersangka saja. Menurutnya masih banyak kemungkinan terkait dengan perkembangan kasus sate racun ini.
"Kalau sudah ketemu misalnya ada R, yang betul-betul ada orangnya ya itu berarti memang benar apa yang disampaikan. Kalau misalnya ketika diperiksa untuk mengelak dan sebagainya terus kemudian asal nyebut orang bisa saja begitu. Ini segala kemungkinan ada, tapi kita belum tahu apakah sosok R ada atau tidak," ungkapnya.
Ditanya mengenai hubungan Nani dengan anggota polisi Aiptu Tomi yang dikabarkan sudah menikah siri, Yuli mengaku belum mengetahui infomasi itu.
"Saya tidak tahu itu informasi dari mana kalau yang bersangkutan nikah siri. Kita belum tahu," ucapnya.
Pihaknya juga masih akan berkoordinasi lagi dengan penyidik terkait dengan sudah atau belumnya Aiptu Tomi dilakukan pemeriksaan.
"Saya cek lagi ke penyidik apakah sudah dalam bentuk BAP atau tidak belum tahu," imbuhnya.
Baca Juga: Fakta Baru Sate Sianida Nani Apriliani, Sudah Nikah Siri dengan Aiptu Tomi
Sebelumnya, Kriminolog UGM Suprapto, menuturkan bahwa kondisi kejiwaan Nani perlu diperhatikan. Hal itu setelah melihat motif sakit hati yang melatarbelakangi tersangka melakukan tindakan tersebut.
"Jadi harus diperiksa juga kondisi kesehatan jiwanya," kata Suprapto.
Suprapto mengatakan, secara internal pelaku sate racun maupun kopi sianida beberapa tahun silam memiliki motif yang sama, yakni takut kehilangan.
Namun, akar penyebabnya jelas berbeda. Terkait kasus sate racun sianida yang menewaskan bocah 10 tahun, ia mengatakan, perlu bukti penyebab Nani nekat melakukan aksinya.
Diberitakan SuaraJogja.id sebelumnya, seorang sosok wanita misterius pemberi sate beracun sianida yang menewaskan Naba Faiz Prasetyo (10), bocah SD anak seorang driver ojol, Bandiman berhasil ditangkap. Wanita itu adalah Nani Aprilliani Nurjaman (25).
Sate beracun sianida itu sebenarnya ditujukan untuk seorang anggota Polresta Yogyakarta berinisial T.
Tag
Berita Terkait
-
Teka-Teki Sosok R Dalam Kasus Sate Beracun, Begini Penjelasan Polda DIY
-
Kasus Sate Sianida, Berapa Lama Racun Ini Bereaksi Sampai Terjadi Kematian?
-
Tanggapi Kasus Sate Beracun, Disperindag DIY: Sianida Tak Dijual Bebas
-
Heboh Kasus Sate Beracun, Kenali Tanda-Tanda Orang Keracunan Sianida!
-
Fakta Baru Sate Sianida Nani Apriliani, Sudah Nikah Siri dengan Aiptu Tomi
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Teror Pinjol di Yogyakarta, Ambulans Jadi Sasaran Order Fiktif
-
Duh! Calon Jemaah Haji Sleman Batal Berangkat, Faktor Kesehatan hingga Kehamilan Jadi Penyebab
-
Minyakita Meroket, Jeritan Hati Penjual Angkringan Jogja: Naikkan Harga Gorengan Takut Tak Laku
-
Rayakan Hari Kartini, BRI Gelar Srikandi Pertiwi dan Womenpreneur Bazaar
-
Investasi Bodong di Jogja Terbongkar: 8 WNA Mengaku Miliarder, Padahal Cuma Kelola Warung Kecil