SuaraJogja.id - Kasus sate beracun yang mengakibatkan seorang bocah 10 tahun, Naba Faiz Prasetya meninggal dunia turut menjadi perhatian banyak pihak. Salah satunya yakni Jogja Police Watch yang mengapresiasi kerja cerdas polisi dalam menangkap pelaku.
Kadiv Humas JPW Baharudin Kamba mengatakan bahwa pihaknya mengapresiasi langkah Polres Bantul dan Polda DIY yang berhasil menangkap Nani Aprilliani Nurjaman alias NA sebagai pelaku. Motif yang melatarbelakangi tindakan itu sendiri lantaran pelaku sakit hati dengan sosok T, yakni Aiptu Tomy.
"Yang menarik dari kasus ini, adalah pengakuan tersangka yang menyebut sakit hati kepada T karena menikah dengan perempuan lain," ujar Kamba Rabu (5/5/2021).
Dari pengakuan tersangka sendiri disampaikan bahwa calon korbannya, Tomy, sempat menjanjikan pernikahan. Selain itu, hal yang menarik perhatian Kamba adalah tidak adanya nama T beserta istrinya dari daftar saksi dalam kasus tersebut.
"Ini sebuah kejanggalan sekaligus tanda tanya besar," imbuhnya.
Kamba meminta pihak kepolisian untuk secara transparan serta profesional menjelaskan kepada publik terkait nama T yang tidak tercantum dalam daftar saksi. Ia bahkan curiga mengenai adanya hal yang ditutup-tutupi dari ketiadaan nama T dan istri dalam daftar saksi.
"JPW mendesak kepada Propam Mabes Polro dan Kompolnas untuk turun ke Jogja guna melakukan pemeriksaan kepada T beserta istrinya dalam kasus ini," terangnya.
Kamba menambahkan, bahwa hal tersebut penting guna memastikan kebenaran atau tidaknya pengakuan dari tersangka NA. JPW juga menekankan bahwa kasus sate beracun yang menelan korban jiwa ini harus diusut secara tuntas.
Pelaku NA sendiri berhasil ditangkap oleh polisi pada Jumat (30/4/2021) di kediamannya daerah Potorono, Banguntapan, Bantul. Pihak kepolisian berhasil mengamankan pelaku berbekal dari keterangan saksi dan bungkus sate yang diberikan pelaku.
Baca Juga: JPW Desak Polisi dan Istri yang Unggah Foto Pelaku Sate Beracun Diperiksa
Berita Terkait
-
JPW Desak Polisi dan Istri yang Unggah Foto Pelaku Sate Beracun Diperiksa
-
Polisi Dalami Sosok Inisial R di Kasus Sate Beracun
-
Top 5 SuaraJogja: Penjelasan Foto Nani Pelaku Sate Beracun Berdaster di Sel
-
Sosok Aiptu Tomi Menjadi Target Sate Beracun, Pernah Tangani Kasus Ini
-
Viral Nani Pelaku Sate Beracun Pakai Daster di Sel, Ini Penjelasan Polisi
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Bedah Buku 'Muslim Ahmadiyah dan Indonesia' di UKDW Yogyakarta: Bukti Resiliensi dan Cinta Tanah Air
-
Penjualan Hewan Kurban di Sleman Lesu, Pedagang Keluhkan Penurunan Omzet
-
Petani Jogja Makin Terjepit! Biaya Angkut dan Karung Mahal Gegara BBM Naik, Kesejahteraan Merosot
-
Diduga Keracunan Makanan Pamitan Haji, 43 Warga Sleman Alami Diare dan Demam
-
Menyambut Derby DIY di Super League Musim Depan, Bupati Sleman: Hilangkan Rivalitas Tidak Sehat