SuaraJogja.id - Polda DIY menyerahkan kembali sebanyak 19 kendaraan bermotor hasil dari kejahatan kelompok ranmor Lampung kepada masing-masing pemiliknya. Semua kendaraan itu sementara ini diserahkan dengan status titip rawat kepada pemilik.
Direskrimum Polda DIY, Kombes Pol Burkan Rudy Satria menjelaskan bahwa pengembalian ini bisa dilakukan setelah pihaknya berhasil mengetahui para pemilik kendaraan itu dari nomor rangka dan mesin yang masih utuh.
"Barang bukti ada 19 [motor]. Kebetulan semua kendaraan masih utuh dan kita telusuri pemiliknya hingga akhirnya kita dapat semua," kata Burkan, kepada awak media di Mapolda DIY, Rabu (5/5/2021).
Burkan menyebut saat ini hanya menyisakan satu kendaraan yang belum diambil oleh pemiliknya. Hal itu dimungkinkan karena motor yang bersangkutan telah dialihkan ke orang lain.
"Hanya tinggal satu yang belum diambil karena mungkin sudah dialihkan ke orang lain. Jadi mungkin tidak merasa yang bersangkutan kehilangan," ujarnya.
Lebih lanjut, disampaikan Burkan penyerahan kembali kendaraan yang berstatus titip rawat kepada pemilik ini sembari menunggu hasil dari proses persidangan hingga inkrah.
Dalam artian saat ini sejumlah kendaraan tersebut masih menjadi barang bukti di pengadilan. Sehingga tidak memutup kemungkinan dapat dihadirkan sekwatu-waktu sebagai bukti persidangan.
"Sementara kita titip rawatkan ke para pemilik sampai dengan proses persidangan nanti inkrah. Biasanya nanti keputusan hakim akan dikembalikan kepada pemilik," ucapnya.
Penyerahan dengan status titip rawat ini juga bermaksud untuk lebih terawatnya kendaraan tersebut oleh para pemiliknya. Dan tentunya dapat lebih bermanfaat untuk digunakan.
Baca Juga: Polda DIY Pastikan Tak Beri Ruang Gerak Calon Pemudik Lewat Jalur Tikus
"Kalau di tempat kita takutnya malah tidak bernilai ekonomis. Kasihan pemiliknya, jadi kalau ini kita titip rawatkan ke pemilik sehingga mereka bisa memanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari. Dan ini tidak ada uang pengganti," tuturnya.
Dalam kesempatan ini, Burkan mengimbau kepada masyarakat yang jika memang mengalami kasus pencurian atau kehilangan kendaraan bermotor agar segera melapor ke kantor polisi terdekat.
Menurutnya, kecepatan melapor dari korban dapat menjadi kunci untuk pengungkapan kasus tersebut.
"Pesan kami ke masyarakat tolong kalau misalnya terjadi kehilangan sepeda motor, secepat mungkin melapor ke kantor polisi terdekat. Karena kuncinya adalah kecepatan melapor. Sehingga kami bisa langsung datang ke TKP, bisa dianalisis dan bisa dilakukan pengejaran," terangnya.
Hal itu juga berkaca dengan kasus pencurian kendaraan bermotor oleh kelompok dari Lampung ini. Pasalnya dengan laporan yang cepat, kasus ranmor itu bisa diselesaikan dengan segera.
Diketahui bahwa penangkapan komplotan ranmor asal Lampung itu tergolong cepat atau hanya berelang 2 hari saja pasca kejadian. Dalam pencurian terakhir yang dilaporkan pada Sabtu (24/4/2021) lalu para pelaku sudah berhasil diamankan pada Senin (26/4/2021).
Berita Terkait
-
Terekam CCTV, Pencari Rumput Kembali Jadi Korban Curanmor
-
Tembak Polisi, Tersangka Curanmor Ditembak Mati di Bandar Lampung
-
Tepergok Curanmor , Satu Pelaku Dihakimi Massa di Pringsewu
-
Ketahuan, Pelaku Curanmor Todong Senpi ke Polisi di Bandar Lampung
-
Pemulung Nyambi Jadi Curanmor Terkapar Ditembak Polisi di Medan
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Bedah Buku 'Muslim Ahmadiyah dan Indonesia' di UKDW Yogyakarta: Bukti Resiliensi dan Cinta Tanah Air
-
Penjualan Hewan Kurban di Sleman Lesu, Pedagang Keluhkan Penurunan Omzet
-
Petani Jogja Makin Terjepit! Biaya Angkut dan Karung Mahal Gegara BBM Naik, Kesejahteraan Merosot
-
Diduga Keracunan Makanan Pamitan Haji, 43 Warga Sleman Alami Diare dan Demam
-
Menyambut Derby DIY di Super League Musim Depan, Bupati Sleman: Hilangkan Rivalitas Tidak Sehat