SuaraJogja.id - Bisnis prostitusi online alias open BO yang menjajakan anak di bawah umur diungkap Polsek Gondokusuman, Yogyakarta. Kasus terbongkar setelah ibu dari seorang korban, warga Baciro, Gondokusuman, mencurigai perubahan sikap pada putrinya.
TW, ibu korban PCP (17) alias Mawar, melapor ke Polsek Gondokusuman pada Jumat (30/4/2021) siang karena putrinya belum juga pulang sejak malam. Selain itu, sejak Februari 2021, kata TW, Mawar sering melamun, keluar rumah dan pulang larut malam, hingga menjauh dari sang ibu.
Setiap kali TW menanyakan habis pergi ke mana, Mawar pun selalu marah. Perasaan mengganjal TW makin menjadi setelah ia menemukan uang lebih dari Rp1 juta di dompet anaknya yang masih duduk di bangku SMK itu, sedangkan ia hanya memberi Mawar uang jajan Rp10 ribu sehari.
Kecurigaan TW lantas mendorong kepolisian untuk melakukan penyelidikan hingga ditemukan identitas berinisial AY. Rupanya, Mawar merupakan korban prostitusi online anak di bawah umur.
"Dari AY mendapatkan informasi bahwa benar PCP dengan nama samaran Mawar dijual oleh Moh Umar Shahid (30), warga Kradenan, Grobogan, Jawa Tengah, dan Alfi Istiana (18) alias Rena, warga Rimbo Tengah, Bungo, Jambi, untuk melayani seks dengan laki-laki hidung belang, bahkan AY juga diajak oleh Umar untuk bergabung open BO, yaitu melayani seks dengan laki-laki hidung belang," terang Kapolsek Gondokusuman AKP Surahman dalam keterangan tertulis pada Kamis (6/5/2021).
Dari AY, polisi juga mendapatkan nomor telepon untuk memesan layanan seks tersebut. Kemudian, lanjut Surahman, Kanit Reskrim beserta anggota menghubungi nomor tersebut dengan berpura-pura BO.
Lalu disepakati layanan dilakukan di sebuah hotel di Pakualaman, Yogyakarta dengan pemberi jasa atas nama Imel, yang tak lain adalah Mawar.
Lantas saat tiba waktunya, pada Jumat (30/4/2021) sekira pukul 20.30 WIB, dilakukan penggerebekan. Tiga orang diamankan. Mereka adalah satu laki-laki -- Umar -- dan dua perempuan -- Alfi dan Imel atau Mawar.
"Terungkap bahwa Imel (PCP) anak di bawah umur yang dijual Moh Umar Shahid dan Alfi untuk melayani seks dengan laki-laki hidung belang. Menurut pengakuan Imel, dia melayani seks dengan laki-laki hidung belang sebanyak 40 kali di Hotel Cabin Malioboro, Hotel Cabin Gayam, dan Hotel Cabin Purwokinanti, dan dibenarkan oleh tersangka Umar," lanjut Surahman.
Baca Juga: Cewek Open BO di Malang Jadi Korban Perampokan, Sempat Dirudapaksa
Saat diperiksa, korban mengatakan, Alfi, yang merupakan seorang mahasiswi, ikut menjual dirinya baru tiga hari belakangan.
Korban mengungkapkan, dirinya sudah dua tahun mengenal Umar, tetapi baru disuruh open BO sejak dua bulan ke belakang. Umar dan Alfi menawarinya untuk open BO dengan imbalan melalui akun Facebook Dhen Bagoes Jogya.
Dari keterangan korban, tarif sekali melayani laki-laki hidung belang sebesar Rp500 ribu, sesuai yang ditentukan Umar. Kemudian hasilnya dibagi dua dengan Umar, dan bagian yang diterima Umar sebagian dipotong untuk membayar kamar hotel dan membayar Alfi.
Saat penggerebekan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Dari Umar, polisi menyita satu lembar kuwitansi The Cabin Purwokinanti Hotel atas nama Umar, uang tunai Rp200 ribu, dan satu unit ponsel OPPO A5S hitam. Sementara itu dari Alfi, polisi menyita satu unit ponsel OPPO A5S merah, dan barang yang disita dari korban adalah satu unit ponsel OPPO F1FW rose gold, uang tunai Rp160 ribu, satu tas hitam, tiga kondom, serta satu kartu pelajar atas nama inisial PCP.
Atas perbuatannya, kedua tersangka, Umar dan Alfi, dijerat pasal 76i jo pasal 88 uuri no 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Mereka terancam hukuman pidana penjara paling lama 10 tahun dan/atau denda paling banyak Rp200 juta.
Berita Terkait
-
Cewek Open BO di Malang Jadi Korban Perampokan, Sempat Dirudapaksa
-
Ramadhan, Puluhan Remaja Pekanbaru Malah Asyik Ngamar di Hotel
-
Prostitusi Anak Terbongkar, Suami Jual Istri dan Istri Jual Adik
-
Hotel Reddoorz Ditutup Permanen, Tak Boleh Ada Usaha Apapun di Sana
-
Hotel Reddoorz Tebet Ditutup Permanen Gegara Kasus Anak-anak jadi Mucikari
Terpopuler
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR
- 5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
Pilihan
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
-
Tes DNA Cocok: Jenazah di Pulau Enggano Dipastikan Sukarman, ABK Kapal Rombongan Jurnalis Hilang
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
-
MBG Makan Korban Lagi, Siswa SD Lampung Meninggal Tersedak Menu Kelengkeng
Terkini
-
Medsos Jadi Etalase Bisnis Konten Seksual, Perhatian Penonton Bisa Dikomodifikasi
-
BRI Private Berikan Akses Premium Medical Check Up untuk Nasabah
-
Kuliah Gratis PTN Didorong, Akademisi Ingatkan Jangan Sampai PTS Kehilangan Mahasiswa
-
BRI inFrame 2026, Saat Fotografi Mengisahkan Perjalanan Ekonomi Kerakyatan Indonesia
-
6 Fasilitas Kereta Kelas Luxury yang Membuat Perjalanan Berbeda