SuaraJogja.id - Ceramah ustaz Menachem Ali yang membahas terkait kelahiran Yesus yang disebut akibat berzina membuat geram Ferdinand Hutahaean.
Lewat akun Twitternya, Ferdinand Hutahaean mengunggah sebuah cuitan netizen terkait Ustaz Menachem Ali.
Dalam keterangannya, Ferdinand seolah menyindir bahwasanya penistaan agama hanya berlaku untuk kaum minoritas.
“Penistaan hanya berlaku bagi minoritas (emoji tertawa tiga buah),” tulis Ferdinand Hutahaean, seperti dilansir dari makassar.terkini.id, Sabtu (8/5/2021).
Sedangkan dalam unggahan asli sang netizen, tangkapan layar Ustaz Menachem Ali yang diduga melakukan penistaan agama Kristen disertai keterangan cukup panjang.
Adapun akun Twitter tersebut bernama Yettidewi yang mengunggah tangkapan layar dari Instagram yang memperlihatkan foto bergambar Ustaz Menachem Ali.
Dari penelusuran di Instagram, gambar tersebut rupanya pertama diunggah oleh akun Dion.wahyu.82.
“Ini manusia biadab belajar agama dmn …,” bukanya.
“Dlm Al Quran aja jls kedudukan Maryam atau Bunda Maria adalah wanita suci …,” sambungnya.
Baca Juga: Ramadan di Dubai, Ada Masjid Maria Ibunda Yesus
“Tp manusia iblis yg satu ini bnr2 kelewat batas. @divisihumaspolri Mohon diproses scptnya manusia ky gini,” pungkas Dion.
Sebagai informasi, sebelumnya dalam salah satu ceramahnya, Ustaz Menachem Ali memang membahas perihal kelahiran Yesus.
“”Karena sejak awal, ini perempuan bernama Maryam telah mengandung. Mengandung dari siapa?” tanya Ustaz Menachem Ali, seperi dikutip dari YouTube di kanal Yusuf Manubulu.
“Normal manusia kalau ada anak perempuan mengandung, itu pasti ada yang ‘melakukannya’,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Permohonan Data Publik Menguat, KDI Tangani 41 Sengketa Informasi Pertanahan di DIY
-
Seminar Moderasi Beragama UNY, Generasi Z Sleman Belajar Toleransi di Era Digital
-
Bukan Tanpa Alasan, Ini Penyebab Utama Proyek Pengolahan Sampah di DIY Tertunda
-
Tragedi Daycare Little Aresha: Pemkot Yogya Kerahkan 94 Psikolog
-
Enam Warga DIY Pernah Positif Hantavirus pada 2025, Masyarakat Diminta Tak Panik