SuaraJogja.id - Pandemi Covid-19 sudah lebih dari setahun menghantam dunia, termasuk Indonesia. Virus ini membawa perubahan besar di berbagai aspek peradaban manusia. Di Indonesia penyebaran Covid-19 di seluruh provinsi membuat pertumbuhan ekonomi terkoreksi.
Selain menghantam sektor ekonomi dan beragam sektor lain, pandemi juga berdampak pada sektor pernikahan dan perjodohan, dengan meningkatnya angka perceraian dan jomblo pada masa pandemi ini.
Akan tetapi, hal positif yang perlu disyukuri adalah pandemi mengembalikan semangat gotong royong. Semua pihak bahu-membahu berkontribusi secara nyata dan maksimal dalam pengendalian kasus, penanganan kesehatan, pemulihan ekonomi, peningkatan kesejahteraan sosial dan kestabilan keamanan sesuai dengan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila.
Sebagai wujud komitmen FORTAIS Indonesia (Forum Ta’aruf Indonesia ), Sewon, Bantul, DIY, yang berperan aktif dalam usaha melawan Covid-19 sekaligus mewujudkan pasangan sakinah ber-Pancasilais, maka, dalam rangka Bulan Pancasila dan Recovery Pandemi, akan digelar acara Pernikahan unik sederhana secara Estafet Pertama di Indonesia bahkan Dunia dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.
"Kegiatan tersebut bertujuan untuk mewujudkan pasangan sakinah, sejahtera, dan membawa keberkahan untuk Indonesia sesuai dengan tatanan dan penghidupan masyarakat ber-Pancasila dilandasi cinta Illahi dan NKRI dan recovery perekonomian di Indonesia melalui ajang Nikah Bareng bersinergi dengan program pemerintah terhadap penanggulangan wabah virus corona (Covid-19)," ujar Ketua Golek Garwo Fortais & Nikah Bareng Nasional RM Ryan Budi Nuryanto dalam keterangan tertulis pada Senin (17/5/2021).
Acara yang bertajuk Nikah Bareng Estafet akan digelar selama 1 bulan penuh di Bulan Juni (Bulan Pancasila) di KUA Sewon, Bantul, DIY, dan untuk pembukaan, acaranya akan dilaksanakan Selasa, 8 Juni 2021, mulai pukul 09.00 – 16.00 WIB di KUA Sewon, Bantul dengan tema “Pancasila Satukan Hati Bangkit Bersama Melawan Pandemi”, direncanakan akan menghadirkan Tokoh Nasional di ajang nikah bareng tersebut.
Acara ini merupakan persembahan 10 tahun FORTAIS Sewon bekerja sama dengan KUA Sewon, Bantul, DIY dan Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA), didukung Paguyuban Rias Kinasih Jogja, makeup artist (MUA), PPY DIY , PMI Bantul, Latifa Jewelry, Java Videotron, Pita Biru Production, Taman Bunga Kotagede, beserta beberapa pihak.
Dengan perbedaan yang ada ini sebagai perekat persatuan bangsa berlandaskan budaya dan kearifan lokal daerah dari masing-masing peserta sehingga pernikahan kali ini membawa misi sosial, religi, nasionalisme, budaya, dan prokes yang dibangun secara bersama-sama diharapkan dengan berkonsep nikah bareng estafet dan tamu secara Zoom (tidak ada tamu di lokasi).
"Ini adalah solusi terbaik bagi pasangan pengantin untuk menikah di situasi PPKM Mikro ini yang sah baik secara agama, negara dan aman untuk kesehatan," tambah Ryan.
Baca Juga: Update Covid-19 Global: Kasus Positif di Asia Jadi yang Terbanyak di Dunia
Pendaftran Nikah Bareng terbuka umum / nasional dan gratis dari Mei – Juni 2021. Syaratnya cukup mudah -- peserta bersedia menjadi Duta Pancasila (berjanji mengamalkan dan mengkampanyekan nilai-nilai luhur Pancasila) dan tinggal mengurus syarat-syarat nikah pada umumnya dari KUA tempat asal sesuai KTP untuk menumpang Nikah di KUA Sewon Bantul untuk ikut program Nikah Bareng, atau bisa juga mendaftar secara online melalui https://simkah.kemenag.go.id dan untuk memesan tempat atau informasi hubungi Hotline 0274 - 384018 / 081 579 08 232 (ryan).
Sampai saat ini sudah ada 6 pasangan yang mendaftarkan diri dari berbagai daerah dan nantinya sebelum menikah calon manten akan dibekali materi tentang Pancasila, yang implementasinya dalam kehidupan masa pandemi ini. Selain itu, mereka akan melakukan test GeNose sesuai dengan protokol kesehatan.
Acara Pernikahan ini Pertama di Indonesia bahkan dunia karena akan dilakukan seharian pada tanggal 8 Juni full gratis full fasilitas dari mahar unik sersuai bulan Pancasila, cincin kawin tematik merah putih, busana dan rias, dokumentasi, ijab unik.
"Diharapkan, pernikahan konsep ini meningkatkan semangat untuk selalu mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila di dalam kita berjuang melawan pademi Covid-19 dan bersama-sama untuk mengikuti anjuran pemerintah, sekaligus melakukan restorasi sosial menjadikan budaya sebagai perekat bangsa dan mengedukasi masyarakat melalui prokes 5 M sebagai langkah pencegahan virus Covid-19. Kami berharap kita bersatu melawan Covid-19 dan dengan meningkatkan kesehatan dan terus mengedukasi masyarakat melawati berbagai hal," tutur Ryan.
Bagi yang masih jomlo, kata dia, saat ini Fortais membuka pendaftaran acara Golek Garwo Pancasila Satukan Hati (Online) episode spesial Bulan Pancasila terbuka umum dan gratis besok Minggu 6 Juni 2021 jam. 09.00 – 12.00 WIB di Kampus 2 UNIMMA dari mana saja dengan cara pendaftaran yang sangat mudah cukup dengan satu jari mengklik link https://unimma.link/GolekGarwoJuni atau Hotline 081 579 08 232 / Ryan.
Tujuan dari kegiatan Golek Garwo dan Nikah Bareng ini adalah untuk memfasilitasi para jomlo di dunia, khususnya Indonesia, untuk mendapatkan pasangannya dan nantinya mewujudnya pasangan sakinah sejahtera membawa keberkahan untuk Indonesia sesuai dengan tata kehidupan dan penghidupan masyarakat berPancasila.
Seperti temu darat awal bulan ini yang bertepatan dengan HARDIKNAS kemarin bertempat di Aula Fikes Kampus 1 UNIMMA (Universitas Muhammadiyah Magelang) tanggal 2 Mei 2021 acara Golek Garwo digelar Luring (terbatas 30 orang) dan Daring / online dengan peserta 500an jomblo berlangsung meriah dengan tetap mematuhi Prokes yang ketat.
Berita Terkait
-
Update Covid-19 Global: Kasus Positif di Asia Jadi yang Terbanyak di Dunia
-
Khusus Bumil, Ini Tips Menjalani Masa Kehamilan di Tengah Pandemi Covid-19
-
Wisata Membludak, KPAI Khawatir Anak-anak Terpapar Covid-19 Usai Lebaran
-
Studi Belanda: Aturan Lockdown Bikin Anak Tambah Gemuk
-
Lengangnya Alun-alun dan Taman Pancasila Tegal saat Libur Lebaran
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Kronologi dan Tuntutan Aksi Demo Mencekam di Polda DIY: Soroti Kekerasan Oknum Aparat!
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Waktu Buka Puasa di Jogja Hari Ini 24 Feb 2026: Cek Jadwal Magrib dan Doa Lengkap!
-
Saling Jaga di Tengah Keterbatasan: Rutinitas Kakak Beradik Mencari Rezeki Demi Keluarga Sejak Dini
-
7 Fakta Pencurian Tabung Gas LPG 3 Kg di Jogja: Maling Babak Belur Dihantam Stik Golf