SuaraJogja.id - Pemda DIY bersama dengan Forum Rakyat Yogya untuk Indonesia atau For You Indonesia beberapa waktu lalu mewacanakan lagu kebangsaan Indonesia Raya bakal dikumandangkan setiap hari di instansi pemerintah hingga sejumlah tempat umum.
Jauh sebelum wacana tersebut muncul nyatanya lagu Indonesia Raya pernah diputar setiap hari di sejumlah tempat umum lho.
Ya, merujuk pada sejarahnya, ketika penjajah Belanda mengalami krisis saat kedatangan Jepang ke tanah air, lagu Indonesia Raya pernah diputar setiap hari dan diperdengarkan untuk khalayak.
Mengutip tulisan Dirdho Adithyo dan I Gusti Agung Anom Astika bertajuk Bunyi Merdeka: Sejarah Sosial dan Tinjauan Musikologi Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, dijelaskan bahwa ketika Jepang mengambil alih pendudukan di tanah air dari tangan Belanda, berusaha mencari simpati rakyat Indonesia. Salah satunya yang dilakukan yakni dengan mengumandangkan lagu Indonesia Raya setiap hari lewat radio NHK.
"Ketika Belanda diusir oleh pemerintahan Jepang, hubungan lagu tersebut dengan rakyat Indonesia juga berubah. Radio NHK dari Jepang, ketika perang Pasifik pecah selalu mengawali dan mengakhiri siarannya dengan lagu Indonesia Raya," tulisnya di halaman 100 buku tersebut.
Tetapi kebiasaan itu tak berlangsung lama. Pada 1942, kala Jepang berhasil sepenuhnya merebut kekuasaan dari Belanda, tradisi memutar lagu kebangsaan Indonesia Raya dihentikan.
"Lagu tersebut yang tadinya diputar setiap hari oleh Radio NHK akhirnya dilarang. Baru setelah Jepang mulai merasakan kekalahan demi kekalahan dalam teater Perang Pasifik, lagu Indonesia Raya mulai boleh dimainkan kembali," lanjutnya.
Inisiasi memutar lagu Indonesia Raya yang digerakkan oleh Pemda DIY dan For You Indonesia itu diketahui merupakan bagian dari Gerakan Indonesia Raya Bergema yang momentumnya sekaligus untuk memeringati Hari Kebangkitan Nasional.
Sebagai langkah awal yang akan dilaunching pada Kamis (20/5/2021) besok, Lagu kebangsaan ini akan diperdengarkan pada pukul 10.00 WIB. Diawali di Gedung Pracimosono Kompleks Kepatihan, Bangsal Mandalasana Kraton Yogyakarta, Kadipaten Pakualaman dan Pasar Beringharjo.
Baca Juga: Polda DIY Catat Kenaikan Angka Kecelakaan Selama Masa Larangan Mudik
Menurut Panitia Gerakan Indonesia Raya Bergema, Widihasto Wasana Putra gerakan Indonesia Raya Bergema merupakan kampanye berkelanjutan untuk mengajak semua elemen masyarakatt mengumandangkan Lagu Kebangsaan "Indonesia Raya" secara kontinu setiap hari pukul 10.00 WIB di ruang publik. Hal in perlu dilakukan sebagai upaya menggelorakan nasionalisme rakyat dan menjaga NKRI berdasarkan Pancasila.
Pemilihan pukul 10.00 WIB mengacu pada peristiwa detik-detik Proklamasi. Momentum Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei dipilih sebagai bentuk revitalisasi spirit kebangkitan nasional dari peristiwa lahirnya Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908.
"Dalam konteks hari ini aktualisasi esensialnya adalah membangkitkan semangat persatuan, kesatuan dan nasionalisme, serta kesadaran untuk mengisi kemerdekaan Republik Indonesia berlandaskan Pancasila," jelasnya beberapa waktu lalu.
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk
Pilihan
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
Terkini
-
Cuaca Panas Makin Segar, Ada Diskon 25% di Boost dengan BRI Kartu Kredit
-
Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
-
Ironi Pariwisata Jogja, Kampus Sepi Peminat, Industri Justru Kekurangan SDM Kompeten
-
Anak Balita Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual di Sleman
-
Semangat Aksara dalam Festival Kebudayaan Yogyakarta 2026