SuaraJogja.id - Rata-rata jumlah kasus penyebaran Covid-19 setelah libur lebaran 1442 H tercatat mencapai 50-90 pasien setiap harinya. Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul memprediksi, bahwa jumlah tersebut karena transmisi lokal yang tak jauh berbeda dengan lebaran tahun 2020.
Berdasarkan data penyebaran kasus Covid-19 di website corona.bantulkab.go.id mencatat pada 22 Mei 2021 jumlah pasien terkonfirmasi Covid-19 mencapai 13.565 orang. Dibanding pada 21 Mei 2021 pasien terkonfirmasi Covid-19 tercatat 13.472 orang. Sehingga terjadi penambahan sekitar 93 kasus baru.
Dalam satu pekan ke belakang pasca lebaran, kasus baru bertambah secara signifikan. Tercatat per hari ada sekitar 50-90 pasien yang terkonfirmasi Covid-19. Dimana pada tanggal 17 Mei 2021 terdapat 57 pasien baru. pada 18 Mei 2021 terdapat penambahan kasus mencapai 67 orang.
Jumlah terbanyak terjadi pada tangga 21 Mei 2021, dimana kasus warga terkonfirmasi Covid-19 bertambah 98 orang.
Menanggapi adanya data fluktuatif penambahan kasus tersebut, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Dinkes, Kabupaten Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso menjelaskan bahwa jumlah tersebut dipengaruhi oleh faktor transmisi lokal.
“Dari tahun lalu DIY sudah transmisi lokal. Sumber penularan sendiri sudah ada di wilayah tersebut sejak awal,” terang pria yang biasa disapa dokter Oki ini dihubungi wartawan, Minggu (23/5/2021).
Oki melanjutkan bahwa dari transmisi lokal tersebut, banyak warga yang sudah terserang Covid-19, tetapi tanpa gejala, sehingga dimungkinkan terjadinya penularan ke orang lain.
“Selanjutnya orang-orang tanpa gejala ini yang tidak terdeteksi menularkan (Covid-19) ke orang di sekitarnya,” jelas dia.
Oki menjelaskan bahwa penyebaran Covid-19 sebelum lebaran dan setelah Hari Raya Idul Fitri angkanya tak berbeda jauh. Dimana sebelum lebaran sejak tanggal 6-12 Mei 2021 rata-rata tambahan kasus berkisar 60-90 pasien terkonfirmasi Covid-19.
Baca Juga: Kasus Positif Covid-19 Meroket, Riau Berada di Posisi 3 Nasional
“Jumlahnya sempat turun drastis dimana dalam satu hari hanya terdapat 19 kasus baru. Namun itu karena laboratorium rujukan libur selama 3 hari. Faskes dan tracer tetap melacak kasus,” kata Oki.
Pada tahun ini, penyebaran kasus orang tanpa gejala, disebut Oki lebih banyak terjadi. Hal itu menyusul dengan dibukanya kegiatan masyarakat lebih longgar dari tahun lalu.
“Kami tetap upayakan untuk tetap melakukan tracing jika ada muncul kasus baru. Ya itu juga kembali kepada masyarakat yang disiplin menjalankan protokol kesehatan dalam situasi seperti ini,” ungkap dia.
Adanya selter di tingkat desa, menjadi bentuk upaya meminimalisir penyebaran Covid-19. Warga yang terkonfirmasi Covid-19 tanpa gejala harus menjalani masa isolasi di selter atau lokasi khusus yang telah disiapkan.
Berita Terkait
-
Kasus Positif Covid-19 Meroket, Riau Berada di Posisi 3 Nasional
-
Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Ini yang Dilakukan Pemprov Sumbar
-
Top 5 SuaraJogja: YIA Respons Keluhan Alissa Wahid Soal Alur Penjemputan
-
Satgas: Turunnya Kasus Covid-19 Indonesia Bukan karena Testing yang Rendah
-
Temukan 15 Varian Covid-19 India dari Penularan Lokal, Thailand Waspada
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Janji 19 Juta Lapangan Kerja Prabowo Ditagih, Pemerintah Diminta Berhenti Berkilah
-
Tinggal di Rumah Bambu Tanpa TV, Janda di Jogja Ini Syok Dicap Masuk Kategori Orang Kaya Desil 10
-
Pertumbuhan Ekonomi dan Ilusi Keberhasilan Pembangunan
-
Uang Palsu Rp36 M Bukan Sekadar Kerugian, Akademisi: Bisa Gerus Kepercayaan Publik terhadap Rupiah