SuaraJogja.id - Sebuah video berisi iring-iringan ambulans yang dikabarkan menjemput pasien terkonfirmasi positif Covid-19 beredar luas di media sosial. Menurut informasi, beberapa ambulans tersebut membawa sejumlah warga Pedukuhan Ngaglik, Kalurahan Caturharjo, Kapanewon Sleman, Kabupaten Sleman yang terpapar Covid-19.
Informasi tersebut dibenarkan oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan saat dihubungi awak media, Selasa (25/5/2021). Pihaknya menyebutkan, rombongan ambulans itu memang mengevakuasi warga yang terpapar Covid-19 di Ngaglik.
"Wah tadi yang dievakuasi ada 25 orang. Sebenarnya ada 28 orang, tapi yang 3 akan dirujuk ke rumah sakit karena ada gejala berat," kata Makwan.
Makwan mengatakan bahwa 25 orang yang dijemput oleh ambulans tersebut akan dibawa ke Asrama Haji untuk menjalani isolasi.
Sementara itu tiga orang lainnya masih akan menunggu koordinasi lanjutan dengan pihak puskesmas terdekat. Pasalnya sisa tiga warga tersebut memerlukan perawatan di rumah sakit.
Namun Makwan mengaku juga belum mengetahui kemana ketiga orang terkonfirmasi positif Covid-19 itu akan dibawa.
"Belum tahu nanti dari puskesmas yang agak longgar. Melihat ICU [rumah sakit] yang tersedia," ujarnya.
Makwan menjelaskan penjemputan puluhan warga itu sendiri dilakukan pada Selasa (25/5/2021) hari ini sekitar pukul 12.30 WIB siang. Rombongan ambulans itu langsung bertolak dari Padukuhan Ngaglik ke Asrama Haji.
"Tadi ada ambulans ada 6 dengan satu kendaraan taktis. Dari Ngaglik langsung ke Asrama Haji," ungkapny.
Baca Juga: Varian Baru Covid-19 Diduga Sudah Masuk di Sleman, Begini Penjelasan Dinkes
Makwan menambahkan 25 orang yang telah dibawa dengan ambulans tadi semuanya merupakan orang tanpa gejala. Sementara masih ada tiga orang yang hendak dibawa ke rumah sakit belum ikut dengan rombongan ambulans tadi.
Sebelumnya diberitakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman mencatat sejumlah penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Padukuhan Ngaglik, Kalurahan Caturharjo, Sleman. Terbaru total keseluruhan kasus positif Covid-19 di satu padukuhan tersebut mencapai 55 orang.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Joko Hastaryo menjelaskan penambahan tersebut berdasarkan hasil swab PCR secara massal yang telah diselenggarakan pada Sabtu (22/5/2021) kemarin.
"Hasil swab massal pada hari Sabtu (22/5/2021) itu yang diambil kan [sebanyak] 203 orang. Ternyata yang positif itu ada 35 orang berarti sekitar 17,5 persen dari yang diambil [tes swab PCR]," kata Joko saat ditemui awak media di Kantor Dinkes Sleman, Selasa (25/5/2021).
Disampaikam Joko bahwa sebanyak 203 orang yang mengikuti tes swab PCR secara massal itu berasal dari dua RT yakni RT 01 dan 02.
Berdasarkan tambahan 35 kasus positif Covid-19 baru tersebut maka jumlah total kasus menjadi 55 orang yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Jumlah itu termasuk dengan satu orang yang dinyatakan meninggal dunia pada kasus awal.
Berita Terkait
-
Varian Baru Covid-19 Diduga Sudah Masuk di Sleman, Begini Penjelasan Dinkes
-
Warga Sumut Kumpulkan Rp 505 Juta Beli Ambulans untuk Palestina
-
Cuma Berdua dengan Jenazah, Sopir Ambulans Bagikan Video Kerja Malam Hari
-
Viral Aksi Heroik Bocah Buka Akses Jalan Ambulans Saat Macet, Ini Sosoknya
-
Klaster Keluarga Besar di Wirobrajan Turun, Tracing Dihentikan
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
Terkini
-
UGM Buka Suara Soal Tarif Wisdom Park: Pengelola Hanya Beri Edukasi, Tidak Ada Pemungutan
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Muhammadiyah Tegas Minta KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi BNPB
-
Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan jadi Tanda Peradaban Kita Belum Akil Balig
-
75 Persen Responden Stres Hadapi Kebijakan Prabowo, Haedar Nashir Desak Pemerintah Berbenah