SuaraJogja.id - Fotografer Gunarto Song memberikan klarifikasi soal foto cahaya misterius di puncak Gunung Merapi.
Pasalnya, ternyata banyak yang meragukan keaslian foto tersebut dan menganggap Gunarto Song sudah mengedit terlebih dahulu sebelum mengunggahnya ke Instagram.
Melalui empat video yang diunggah ulang @merapi_uncover di Instagram, Minggu (30/5/2021), Gunarto Song memberikan penjelasan soal foto tersebut.
"Untuk menjawab rasa penasaran Teman-Teman, apakah Foto Viral saya editan atau tidak?, Ayoo simak video sederhana ini... Semoga berkenan... salam fotografi," tulisnya.
Pada video pertama, Gunarto Song secara langsung membuktikan lewat file raw, atau file mentah, bahwa foto tersebut tidak diedit.
"Kalau ngomong file raw berarti foto itu akan ketahuan ada penambahan elemen atau pengurangan elemen dalam foto itu atau tidak," ucap Gunarto Song.
Begitu file dibuka, memang di foto itu langsung terlihat sudah ada cahaya misterius di puncak Gunung Merapi.
Gunarto Song juga sedikit menjelaskan komposisi pengaturan kamera saat memotret Gunung Merapi, antara lain ISO 2.000, focal length 39 mm, lensa 270, diafragma 4,5, dan speed 4 detik.
Selain itu, dirinya mengaku tak banyak mengubah pengaturan foto yang diambil pada malam hari. Ia hanya mengatur temperatur pada angka 4.800 dan exposure 1,20.
Baca Juga: Awan panas guguran Gunung Merapi meluncur sejauh 3 km
Sementara itu, pengaturan yang lain ia biarkan netral pada angka 0 supaya, menurutnya, menghasilkan potret yang natural.
"Nah ini hasilnya, sesuai dengan kemarin yang saya unggah di IG @gunarto_song," kata dia.
"Di sini ada ambience cahaya kehijauan. Saya punya keyakinan, cahaya yang jatuh ini arahnya mendekati ke puncak gunung karena awan ini berada di kurang lebih di atas Gunung Merapi," jelas Gunarto Song.
Di samping itu, lanjutnya, ukuran cahaya dari atas lebih tipis dan makin melebar ke bawah.
"Memang perspektifnya seolah-olah jatuh ke puncak ya, tetapi kemarin berdasarkan video yang diunggah oleh @BPPTKG, dari sisi timur, itu paling enggak bisa untuk menjawab bahwa memang cahaya itu jatuhnya tidak jauh dari puncak Gunung Merapi," terang Gunarto Song.
"Poin penting dari penjelasan ini adalah bahwa foto ini bukan editan, tidak ada penambahan elemen di dalam foto saya yang viral kemarin," tutupnya.
TONTON VIDEONYA DI SINI.
Sebelumnya, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) memberi tanggapan terhadap cahaya misterius di sekitar puncak Gunung Merapi, yang kini tengah viral.
Pada utasnya, BPPTKG menyertakan pula video berdurasi 12 detik yang memperlihatkan kilatan cahaya di sisi timur Gunung Merapi pada Kamis (27/5/2021) pukul 23.08 WIB.
"Sehubungan dengan beredarnya berita tersebut, dapat kami sampaikan bahwa kamera CCTV yang berada di Deles (sisi timur Gunung Merapi) sempat merekam kilatan cahaya pada tanggal 27 Mei 2021 pukul 23.08.10 WIB," terang BPPTKG.
Kendati mengakui adanya kilatan cahaya terekam kamera, tetapi BPPTKG tak bisa memastikan apa benda itu.
"Salah satu tugas BPPTKG-PVMBG-Badan Geologi adalah melakukan mitigasi Gunung Merapi, namun kami tidak memiliki tugas untuk mengamati benda langit sehingga kami tidak bisa memastikan benda apa yang terlihat dalam gambar tersebut," tambah BPPTKG.
TONTON VIDEO BPPTKG DI SINI.
Sementara itu, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menjelaskan bahwa cahaya hijau yang muncul di dekat Gunung Merapi kemungkinan berkaitan dengan aktivitas hujan meteor.
"Diduga kilatan cahaya yang kehijauan yang muncul di dekat Gunung Merapi mungkin terkait dengan aktivitas hujan meteor," kata peneliti LAPAN Andi Pangerang, menurut situs Edukasi Sains Antariksa LAPAN, yang dipantau dari Jakarta, Minggu (30/5/2021).
Berita Terkait
-
Awan panas guguran Gunung Merapi meluncur sejauh 3 km
-
Heboh Cahaya Hijau di Gunung Merapi, Begini Penjelasan LAPAN
-
Ini Kandungan Logam Meteor yang Melintas di Atas Merapi
-
Meteor yang Melesat di Atas Gunung Merapi Diperkirakan Jatuh di Gunung Merbabu
-
Dua Hujan Meteor Terjadi Saat Cahaya Hijau Melesat di atas Gunung Merapi
Terpopuler
- Tak Hanya di Jateng, DIY Berlakukan Pajak Opsen 66 Persen, Pajak Kendaraan Tak Naik
- 5 Rekomendasi HP Layar Besar untuk Orang Tua Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Lingkar Sumbing Wonosobo Resmi Beroperasi, Dongkrak Ekonomi Tani dan Wisata Pegunungan
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- 10 Rekomendasi Cream Memutihkan Wajah dalam 7 Hari BPOM
Pilihan
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
-
Bisnis Dihimpit Opsen, Pengusaha Rental Mobil Tuntut Transparansi Pajak
-
Pesawat Pengangkut BBM Jatuh di Krayan Timur, Pencarian Masuk ke Hutan Belantara
Terkini
-
Waktu Magrib di Jogja Hari Ini 20 Februari 2026: Jangan Sampai Salah Jadwal Buka Puasa!
-
BRI Paparkan 5 Fakta Kredit 2025, DPK Tumbuh 11,4% YoY
-
Yogyakarta Marriott Hotel Hadirkan Symphony of Spice, Sajian Iftar Khas Melayu hingga Grill Premium
-
5 Fakta Penting dalam Kasus Gugatan Malpraktik Operasi Katarak di Yogyakarta
-
Perkuat Ekosistem Riset, LPDP dan Muhammadiyah Kucurkan Rp20 Miliar untuk Hilirisasi Industri