SuaraJogja.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul tengah menghadapi tantangan defisit anggaran dalam rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2026.
Meski demikian, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menegaskan pihaknya tetap optimistis program strategis di tahun depan dapat berjalan sesuai rencana.
Salah satu fokus utama adalah kebijakan pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) untuk sawah produktif berkelanjutan.
"Pada 2026 kami ingin meringankan beban petani dengan membebaskan PBB sawah produktif berkelanjutan," ujar Halim dikutip dari Harianjogja.com, Rabu (20/8/2025).
Namun, Pemkab Bantul juga menghadapi tantangan lain berupa meningkatnya kebutuhan belanja daerah sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih cenderung stagnan.
Kondisi ini memberi tekanan pada sektor pendapatan.
"Tetap ada optimisme karena masih ada sumber pendapatan lain yang bisa dioptimalkan," tambah Halim.
Untuk mengantisipasi dampak defisit, Pemkab Bantul mengambil langkah efisiensi dengan memangkas beberapa pos anggaran yang dianggap tidak mendesak. Kebijakan ini dilakukan agar beban keuangan daerah tidak semakin berat.
Berdasarkan rancangan KUA-PPAS 2026 yang sudah disampaikan ke DPRD Bantul, proyeksi pendapatan daerah ditetapkan sebesar Rp2,131 triliun, dengan PAD diperkirakan mencapai Rp760 miliar.
Baca Juga: Bantul 'Perang' Lawan Sampah: Strategi Jitu DLH Dongkrak Kapasitas Pengolahan
Adapun rincian dana perimbangan masih mengacu pada tahun anggaran 2025, dan akan disesuaikan setelah terbit surat resmi dari Kementerian Keuangan terkait transfer ke daerah serta dana desa 2026.
Sementara itu, kebutuhan belanja daerah diproyeksikan sebesar Rp2,406 triliun yang dialokasikan untuk mendukung program strategis pemerintah pusat maupun daerah.
Dengan demikian, terjadi potensi defisit sekitar Rp275 miliar.
"Defisit ini masih bersifat sementara dan masih mungkin berubah dalam proses pembahasan, karena nantinya akan diantisipasi melalui kebijakan pembiayaan daerah," jelas Halim.
Berita Terkait
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Dari Arena Panjat hingga Meja Juri, Dua Perempuan Jogja Mengukir Peran di Asian Games
-
Dari Boven Digoel ke Bangku Kuliah, 25 Pemuda Papua Selatan Mengejar Mimpi Tenaga Ahli Perkebunan
-
Optimistis Tumbuh Jangka Panjang, BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun
-
GKR Bendara: JCWF 2026 Menghubungkan Komunitas Wellness dan Industri Pariwisata Yogyakarta
-
7 Tempat Wisata Jogja untuk Merayakan Malam Tahun Baru, Pasti Semarak!