Scroll untuk membaca artikel
Galih Priatmojo
Selasa, 01 Juni 2021 | 19:24 WIB
Pengunjung mengamati koleksi yang dipamerkan di Petilasan Rumah Mbah Maridjan, Kinahrejo, Palemsari, Cangkringan, Sleman, D.I Yogyakarta, Rabu (28/10/2020). [ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko]

SuaraJogja.id - Curhatan wisatawan di media sosial tentang kewajiban menaiki jip menuju destinasi wisata petilasan Mbah Maridjan yang kemudian viral, ditindaklanjuti pemkab Sleman.

Kekinian, Pemkab Sleman memanggil perwakilan komunitas dan asosiasi pengelola wisata jip Merapi.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Sleman Suci Iriani Sinuraya mengatakan, pihaknya berupaya menindaklanjuti curhatan wisatawan, yang mengaku tak bisa naik kendaraan pribadi menuju obyek wisata petilasan Mbah Maridjan, karena dipaksa parkir dan harus sewa ojek ataupun jip.

"Dinas Pariwisata telah mengirim surat, untuk menggelar rapat bersama lintas pemangku kepentingan, khusus membahas persoalan tersebut. Termasuk memanggil Komunitas dan Asosiasi Jip Lereng Merapi. Kemarin kan masalahnya disitu," kata dia, Selasa (1/6/2021).

Baca Juga: PPDB SMP Segera Dibuka, Disdik Sleman Minta Calon Peserta Perhatikan Hal Ini

Bukan hanya komunitas dan asosiasi jip, surat juga ditujukan kepada pemerintah kalurahan, kapanewon, kepolisian, Bagian Hukum Setda Sleman, Inspektorat dan Satpol PP.

Suci menyebut, surat pemanggilan sudah dibuat sejak kemarin dan dikirimkan. Pemkab Sleman ingin duduk bersama pihak-pihak terkait, untuk mencari solusi atas permasalahan yang terjadi, dalam waktu dekat.

Dalam pertemuan itu, nantinya seluruh pihak bersama-sama memetakan masalah, berkomunikasi baik-baik, sekaligus mengurai masalah yang ada.

"Diharapkan, dapat ditemukan solusi permanen, yang ke depannya bisa menjadi sistem yang bisa diterapkan. Agar permasalahan serupa tidak terulang lagi di kemudian hari," tuturnya.

Suci menambahkan, curhatan viral wisatawan soal destinasi wisata di Merapi tidak akan terjadi, manakala semua pihak bisa saling menjaga. Demikian juga pemerintah, memonitor dan memberikan aturan yang tepat.

Baca Juga: Bangunan Hotel di Sleman Tahan Gempa? Begini Penjelasan BPBD Sleman

"Jika tidak saling memahami dan menjaga, akan menjadi kerusakan bersama, kebangkrutan bersama," ucapnya.

Load More