SuaraJogja.id - Sinetron Zahra, atau Suara Hati Istri, yang belakangan ramai dikecam, turut mendapat perhatian dari Ernest Prakasa.
Sutradara sekaligus kritikus ini menyesalkan keputusan kru sinetron Zahra memilih bocah di bawah umur untuk berperan sebagai istri.
Pasalnya, diketahui ternyata Lea Chiarachel, yang memerankan tokoh Zahra, seorang istri ketiga, baru berusia 14 tahun.
Sementara itu, ia harus menampilkan adegan suami-istri dengan lawan mainnya, aktor Panji Saputra, yang sudah berumur 39 tahun dan memainkan peran Pak Tirta dalam sinetron.
Acara tersebut tak ayal dianggap sebagai lampanye pedofilia hingga banjir kecaman publik.
Ernest Prakasa sendiri menegur Indosiar, stasiun televisi yang menayangkannya, dan KPI atas kejadian tersebut.
"This is not okay, @Indosiar. Ditunggu ketegasannya @KPI_Pusat, jangan kebanyakan ngurusin hal-hal gak penting, ini masalah serius," cuit @ernestprakasa, Selasa (1/6/2021).
Selain itu, pada utas yang sama, sang pelawak tunggal juga meminta perhatian para influencers terkait sinetron yang dinilai menyimpang itu.
"Dan untuk para “influencers”, sekarang mungkin waktu yang tepat untuk menggunakan “influence” kalian," kicau dia.
Baca Juga: Dihujat Kampanyekan Pedofil, Sinetron Zahra Indosiar Diadukan ke KPI
Di akhir utas, Ernest Prakasa juga menyindir kebijakan KPI yang selama ini justru tak penting, tetapi kini kebobolan dengan Sinetron Zahra.
"Ayo @KPI_Pusat, ini lebih penting daripada buremin tetek tupai kartun," tutupnya.
Berita Terkait
-
Dihujat Kampanyekan Pedofil, Sinetron Zahra Indosiar Diadukan ke KPI
-
Gadis 15 Tahun Jadi Istri Ketiga di Sinetron Zahra, Ernest: Wahai Indosiar Ini Keterlaluan
-
Viral Sinetron Zahra, Gadis 15 Tahun Jadi Istri Ketiga, Netizen: Promosi Pedofilia
-
Remaja 15 Tahun Perankan Istri Ketiga, Publik: KPI Mohon Bantuannya
-
Profil Lea Ciarachel, Aktris 15 Tahun yang Perankan Zahra di Suara Hati Istri
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Materi Pencegahan LGBTQ Masuk Sekolah, Pengamat Ingatkan Guru Jangan Menghakimi Siswa
-
Haraku Ramen Buka Gerai Pertama di Jogja, Cita Rasanya Dipuji Bupati Sleman: Cocok di Lidah!
-
Seni Jathilan 'Gemparkan' Pasar Ngijon, Ketika Budaya Gerakkan Roda Ekonomi
-
Harda Tak Soal Isu Kenaikan Gaji Kepala Daerah, Jamin Tak Ada PHK PPPK
-
Pedagang Bendera Musiman di Jogja Gigit Jari, Instansi Pilih Stok Lama