Scroll untuk membaca artikel
Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana
Jum'at, 04 Juni 2021 | 18:03 WIB
Awan panas guguran Gunung Merapi yang terjadi pada Jumat (4/6/2021) tadi siang. - (SuaraJogja.id/HO-BPPTKG)

SuaraJogja.id - Aktivitas Gunung Merapi di perbatasan DIY dan Jawa Tengah masih terus berlangsung. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat dalam periode pengamatan sepekan terakhir terdapat sejumlah awan panas dan guguran lava dari Merapi.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida mengatakan, aktivitas itu dirangkum dalam periode pengamatan dalam sepekan tepatnya sejak tanggal 28 Mei - 3 Juni 2021.

"Awan panas guguran terjadi sebanyak 7 kali dengan jarak luncur maksimal teramati sejauh 2.000 meter ke arah barat daya dan terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimal 60 mm dan durasi 322 detik," kata Hanik dalam keterangan tertulisnya, Jumat (4/6/2021).

Selain awan panas guguran yang teramati sebanyak puluhan kali. Guguran lava juga terus terjadi bahkan dengan intensitas yang lebih banyak dibandingkan awan panas.

Baca Juga: Awan Panas Gunung Merapi Meluncur Sejauh 1,5 Km ke Barat Daya Jumat Dini Hari

"Guguran lava teramati sebanyak 44 kali ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter," ujarnya.

Selain menuju ke arah barat daya sempat teramati 1 luncuran lava dari Merapi ke arah tenggara. Arah luncuran lava ke tenggara itu mencapai 600 meter.

Dalam periode pengamatan sepekan terakhir tersebut, kata Hanik, tercatat juga pertumbuhan kubah lava yang ada di Merapi.

Volume kubah lava di sektor barat daya sudah mencapai 1.325.000 meter kubik dengan laju pertumbuhan 11.600 meter kubuk perhari.

Sedangkan untuk kubah lava di sektor tenggara tidak banyak mengalami perubahan. Menunjukkan ada perbedaan dari segi ketinggian dibanding pengamatan sebelumnya sebesar 1 meter.

Baca Juga: Awan Panas Merapi Kembali Muncul, Jarak Maksimal 1,5 Km ke Barat Daya

"Intensitas kegempaan pada minggu ini lebih tinggi dibandingkan minggu lalu," tuturnya.

Load More