SuaraJogja.id - Pengelola Taman Wisata Tebing Breksi menyatakan hingga saat ini destinasi wisata Tebing Breksi urung menemui kasus soal keluhan wisatawan seperti di sejumlah tempat wisata lainnya di DIY yang belakangan viral.
"Bagi Tebing Breksi sendiri tidak berpengaruh ya,," kata Suharno, Pengelola Tebing Wisata Breksi saat ditemui awak media, Minggu (6/6/2021).
Suharno mengaku sudah menyiapkan langkah-langkah antisipasi agar wisatawan memperoleh pelayanan yang baik. Sehinggga kejadian mengenai keluhan wisatawan tidak terjadi di Tebing Breksi.
Salah satu yang dilakukan adalah terkait dengan koordinasi yang baik di semua lini. Khususnya antara pengelola hingga penjual makanan yang ada di lokasi tersebut.
"Mengantisipasi hal semacam itu, kalau dari pengelola sudah ada aturannya sendiri. Misal harga makanan itu harus standar, di depan ada menu dan harga," tuturnya.
Pemberian menu dan harga di setiap warung itu guna mengantisipasi keluhan wisatawan terkait harga yang kadang tidak transparan hingga terkesan 'nuthuk' bagi yang membeli.
Sebagai langkah tegas, pihaknya juga telah menyiapkan petugas keamanan. Nantinya bagi wisatawan yang mengalami kejadian kurang menyenangkan atau tidak sesuai dengan aturan yang ada bisa langsung melapor.
"Kalau misal beli minuman yang ditulisan harga Rp5000 kok ternyata jadi Rp7000 itu bisa dilaporkan ke keamanan. Nanti langsung disidak. Pokoknya harus sesuai menu dan harga. Kalau melanggar dari harga ketentuan itu ya kena sanksi," tegasnya.
Ditanya mengenai pelanggaran, disebutkan Suharno, hingga saat ini tidak ada penjual yang melanggar aturan tersebut.
Baca Juga: Tegas! Wisatawan Timur Tengah Tak Bisa Lagi Kawin Kontrak di Cianjur
"Selama ini belum ada yang melanggar. Ada paguyuban [pedagang] juga. Lalu pengelola juga rutin mengadakan pertemuan. Jadi memang kalau wisatawan ada keluhan bisa langsung lapor termasuk kehilangan juga," jelasnya.
Kunjungan masih sepi
Terlepas dari soal keluhan wisatawan, Suharno mengungkapkan bahwa saat ini kunjungan wisata di Tebing Breksi tergolong sepi.
Suharno menuturkan kondisi itu bisa dilihat dari kapasitas parkir bus yang tidak penuh. Jika dalam kondisi normal satu parkiran bus yang dibagi menjadi tiga saf itu bisa terisi penuh.
Namun saat ini akhir pekan pun, satu saf di parkiran bus tidak bisa terisi penuh.
"Kalau satu saf parkiran bus itu bisa diisi sekitar 30an bus maksimal. Tapi sekarang dilihat satu saf saja tidak penuh," ujarnya.
Berita Terkait
-
Libur Imlek, Wisata Tebing Breksi Sepi Pengunjung
-
Netizen Curhat Dikuntit Penjaga, Pengelola Tebing Breksi Beri Tanggapan
-
Viral! Curhatan Pengunjung soal Pungli di Setiap Spot Foto Tebing Breksi
-
Gemerlap Jogja Violin Festival 2020 di Tebing Breksi
-
Dijamin Seru! Ini 3 Hal yang Cuma Bisa Kalian Temukan di Tebing Breksi
Terpopuler
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- 5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Tuan Rumah JCWF & Munas DPP PUTRI 2026, Loman Park Hotel Dorong Sinergi Wellness-Pariwisata
-
Perempuan Tak Punya Pilihan Berhenti Haid, Pajak Pembalut 11 Persen Dinilai Nodai Keadilan Gender
-
Kota Jogja Vs Gunungkidul: Jarak Kualitas Hidup Ini Ternyata Masih Jauh!
-
Dinkes Sleman Catat 112 Kasus Leptospirosis hingga Oktober 2026, Dua Meninggal Dunia
-
BRI Hadirkan Keistimewaan Pendidikan Anak bagi Nasabah Private dan Prioritas