SuaraJogja.id - Polres Bantul telah menggelar rekontruksi kasus sate beracun, Senin (7/6/2021). Dalam agenda tersebut, terlihat Nani Apriliani Nurjaman melakukan adegan demi adegan sejak dirinya membeli racun sianida secara online sampai mencampurkan racun. Nani juga memeragakan adegan saat dirinya membuang sisa racun dan gamis yang dikenakan saat eksekusi.
Rekontruksi yang menunjukkan 35 adegan tersebut tidak ikut dihadiri oleh Aiptu Y Tomi Astanto dan Shintaresmi sebagai pihak yang menjadi tujuan utama sate dikirimkan. Sebelumnya, nama Tomi dan istrinya sendiri sempat hilang dari daftar saksi kasus yang menyebabkan hilangnya nyawa seorang bocah berusia 9 tahun, bernama Naba Gaiz Prasetya.
Menanggapi ketidakhadiran Tomi dan istrinya, Kabag Humas Jogja Police Watch (JPW) Baharuddin Kamba ikut menyoroti fakta tersebut. Dari kasus ini sendiri, Kamba melihat adanya beberapa kejanggalan. Salah satunya yaitu keberadaan sosok R yang sampai saat ini belum ditemukan.
"Informasinya sosok R ini ditetapkan daftar pencarian orang. Kedua, sosok Aiptu Tomi dan istrinya itu seharusnya masuk dalam BAP," ujar Kamba ditemui Rabu (9/6/2021).
Baca Juga: Jalani 22 Adegan Rekontruksi, Pelaku Sate Beracun Menangis
Selain masuk ke dalam BAP, Kamba menilai jika kedepannya di persidangan Tomi dan istrinya dihadirkan sebagai saksi. Jika kesaksian Tomi dan istrinya hanya dibacakan dalam BAP-nya, Kamba menilai hal itu akan mengurangi validitas keterangan. Kualitas dari validitas keterangan sendiri juga dinilai bisa berubah.
Kamba juga mempertanyakan ketidakhadiran Tomi dan Istrinya dalam proses rekontruksi. Hal itu bisa membuat rekontruksi mengalami perubahan, dalam konteks apa yang dilakukan oleh tersangka Nani. Apakah keterangan antara saksi dengan yang dilakukan tersangka sama. Bisa saja fakta hukum yang sebenarnya berubah saat rekontruksi.
"Hal keempat yang menarik adalah sampai saat ini sosok Aiptu Tomi kan tidak dimunculkan di media," imbuhnya.
JPW mendorong pihak kepolisian untuk bisa memunculkan sosok Tomi dan istrinya di depan media. Kamba menegaskan jika pihaknya sendiri akan melakukan pengawalan sampai ke persidangan. Jika sampai pada saat persidangan sosok Tomi tidak dihadirkan, maka itu akan mengurangi nilai, kualitas dan validitas dari keterangan saksi.
Menurut Kamba, hakim bisa meminta jaksa untuk menghadirkan sosok Tomi dan istrinya dalam persidangan. Sebab pasangan suami istri tersebut merupakan target utama dari kasus ini. Selain itu, JPW juga akan memantau apakah keterangan dari Ketua RT tempat Nani tinggal akan dijadikan saksi.
Baca Juga: Tomy Tak Hadiri Rekonstruksi Kasus Sate Beracun, Ini Kata Polisi
"Saya kira itu bukan kasus utamanya. Karena keterangan dari RT itukan soal nikah siri atau tidak," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
-
Klasemen Terbaru: Timnas Indonesia U-17 Selangkah Lagi Lolos Piala Dunia U-17
-
Laptop, Dompet, Jaket... Semua 'Pulang'! Kisah Manis Stasiun Gambir Saat Arus Balik Lebaran
Terkini
-
Kurangi Kendaraan Pribadi Saat Arus Balik, Menhub Lepas 22 Bus Pemudik di Giwangan
-
Puncak Arus Balik H+3 dan H+4, 350 Ribu Kendaraan Tinggalkan DIY
-
Gunung Merapi Masih Luncuran Ratusan Lava, Simak Aktivitas Terkini Sepekan Terakhir
-
Tren Kunjungan Meningkat, Jip Wisata Lereng Merapi Masih Jadi Alternatif Liburan saat Lebaran 2025
-
Harga Kebutuhan Pokok di Kota Yogyakarta Seusai Lebaran Terpantau Stabil