SuaraJogja.id - Usai kecelakaan mobil Pajero menghantam 3 sepeda motor, yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia di jalur jalan lintas selatan (JJLS), Minggu (13/6/2021), dua kecelakaan maut kembali terjadi di wilayah yang berbeda dan mengakibatkan korban meninggal dunia.
Kanit Laka Lantas Polres Gunungkidul Ipda Anton Prasetya mengakui ada dua kecelakaan dalam kurun waktu kurang dari 6 jam. Kecelakaan pertama terjadi di Jalan Semanu-Candirejo, tepatnya di Timur Balai Kalurahan Candirejo, Kapanewon Semanu. Kecelakaan tersebut terjadi pada Minggu sekira pukul 17.15 WIB
"Yang terlibat kecelakaan adalah Sepeda Motor Satria FU dengan Mitsubishi Mirage," paparnya, Senin (14/6/2021) pagi.
Anton menyebutkan, sebelum kejadian, Setiawan Yuda Pratama (15), remaia asal Cuwelo Kidul, Kalurahan Candirejo, melaju menggunakan sepeda motor Satria fu bernomor polisi AB 6268 ZM. Setiawan melintas dari arah barat (Semanu) menuju arah timur (Candirejo) bersama dua teman lainnya yang masing-masing membawa sepeda motor.
Sesampai di jalan sebelah perempatan timur Balai Kalurahan Candirejo, Setiawan bermaksud menyalip dua temannya, kemudian tergelincir dan jatuh di jalur kanan. Dari arah berlawanan, melaju Mitshubishi Mirage bernomor polisi B 1560 TYB.
"Karena jarak terlalu dekat, sehingga terjadi kecelakaan, dan pengendara Satria FU meninggal dunia karena lukanya cukup parah," paparnya.
Kecelakaan kedua terjadi di Jalan Playen-Paliyan, Pedukuhan Playen II, Kalurahan Playen, Kapanewon Playen antara sepeda motor Honda Vario nomot polisi AB-6268-HM dengan sepeda motor Honda Supra nomor polisi AB-2554-PM.
Sebelum kejadian sekitar pukul 21.35 WIB, pengendara Honda Supra Ery Feriyanto (33) warga Kepek I, Kalurahan Banyusuco, Kapanewon Playen, melaju dari arah utara (Playen) menuju arah selatan (Paliyan).
Sesampainya di tempat kejadian perkara, yaitu di jalan simpang empat tidak sama besar, pengendara Honda Supra hendak berbelok ke arah barat (Dengok).
Baca Juga: Warga Positif Covid-19 dari Klaster Takziah di Gunungkidul Bertambah 20 Orang
Ery sebenarnya sudah menyalakan lampu sein dan pada saat yang bersamaan dari arah yang sama melaju sepeda motor Honda yang dikendarai Heri Setiawan (22), warga Karangmojo, Kalurahan Grogol, Kapanewon Paliyan, dengan kecepatan tinggi. Karena jarak yang terlalu dekat, terjadilah kecelakaan lalu lintas.
Setelah kejadian, Heri mengalami luka dahi sebelah kanan sobek, patah tulang dahi sebelah kanan, dan tidak sadar. Warga Grogol ini sempat dilarikan ke rumah sakit, tetapi nyawanya tak berhasil diselamatkan.
Sementara itu, pengendara Honda Supra setelah kejadian mengalami luka lecet tangan sebelah kanan dan dalam keadaan sadar dirawat di RSUD Wonosari.
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
-
Warga Positif Covid-19 dari Klaster Takziah di Gunungkidul Bertambah 20 Orang
-
Pajero Pecah Ban Hantam Tiga Pemotor di JJLS, Satu Orang Tewas di Tempat
-
Kecelakaan Beruntun di Pekanbaru, Pemotor Wanita Tewas di Tempat
-
Sempat Viral, Penolak Pemakaman Jenazah Eks Danramil Ponjong Akhirnya Minta Maaf
-
Tabrak Pohon, Pengendara Motor Tewas di Tempat, Begini Kronologinya
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya
-
Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap
-
Bukti Negara Hadir Tingkatkan Kesehatan Masyarakat: Program CKG Sudah Deteksi Medis 105 Juta Orang
-
Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026
-
JPW Pertanyakan Sikap Humanis Polda DIY: Ada Pelempar Berlindung di Balik Barikade Polisi