SuaraJogja.id - Universitas Islam Indonesia (UII) baru saja meresmikan fasilitas kesehatan darurat COVID-19 (FKDC atau shelter isolasi) pada Senin (14/6/2021) pagi tadi. Pada sore harinya, sejumlah pasien terkonfirmasi positif COVID-19 sudah datang dan menggunakan fasilitas shelter tersebut.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan menyebutkan, sedikitnya ada delapan (8) orang pasien yang datang dengan status tanpa gejala atau asimtomatik (OTG).
"Pasien masuk shelter isolasi UII pukul 17.30 WIB, dengan demikian kapasitas tempat tidur saat ini 64," kata dia, Senin petang.
Pasien tersebut, merupakan pasien COVID-19 yang dirujuk dari tiga Puskesmas di Kabupaten Sleman.
"Puskesmas Ngaglik, Depok, Tempel," sebut Makwan.
Sementara itu, Kepala Dinkes Sleman, Joko Hastaryo mengungkapkan lonjakan kasus positif Covid-19 di Sleman mulai terlihat pada pekan keempat.
"Jadi memang betul penambahan kasus positif di Sleman sangat tinggi seminggu terakhir ini saja di atas 700. Bahkan kemarin ditambah klaster baru itu mungkin di atas 1000 dalam satu minggu terakhir," ujarnya.
Kondisi itu lantas berpengaruh kepada tingkat keterisian shelter di dua FKDC yang dimiliki Bumi Sembada. Tidak dipungkiri Joko, bahwa satu shelter itu bahkan sudah melebihi kapasitas pasien yang ada.
"Kondisi saat ini untuk Rusunawa Gemawang itu kapasitas 72 orang sekarang sudah isi 75, berarti sudah lebih. Kemudian Asrama Haji memang masih sekitar 60 persen terisi," tuturnya.
Baca Juga: 3 Pegawai Positif Covid-19, Swalayan di Sleman Tutup Sementara
Menindaklanjuti kondisi tersebut Dinkes Sleman lantas berkoordinasi dengan beberapa pihak terkait untuk menambah shelter yang ada.
Salah satu yang akhirnya terealisasi adalah shelter hasil kerjasama dari Pemkab Sleman dengan Universitas Islam Indonesia (UII). Shelter UII tersebut memanfaatkan asrama mahasiswa yang memang saat ini belum ditempati.
"Akhirnya kita siapkan tambahan shelter yakni di shelter UII ini," imbuhnya.
Joko melihat potensi penyebaran Covid-19 di wilayah Sleman bagian utara masih tinggi. Maka dari itu keberadaan shelter di UII tersebut dinilai dapat sangat membantu distribusi pasien yang harus menjalani isolasi di FKDC.
"Sebetulnya ini maunya jadi shelter kalurahan tapi karena ini nanti pasti akan mendapatkan banyak kasus dari berbagai penjuru di Sleman khususnya maka kemudian diangkat di tingkat kabupaten," bebernya.
Terpisah, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Universitas Islam Indonesia (UII) Ratna Permata Sari mengatakan, shelter isolasi UII merupakan kerja sama dengan Pemkab Sleman, Sambatan Jogja (Sonjo) dan segenap donatur.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 5 Sepatu Saucony Paling Nyaman untuk Long Run, Kualitas Jempolan
Pilihan
-
Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
-
Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI
-
Dekati Rp17.000, Rupiah Tembus Rekor Terburuk 2026 dalam Satu Bulan Pertama
-
IHSG Tembus Rekor Baru 9.110, Bos BEI Sanjung Menkeu Purbaya
Terkini
-
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 86 Kurikulum Merdeka: Memahami Teks Negosiasi
-
DIY Setop Kirim Sampah ke Piyungan, Yogyakarta Genjot Pengelolaan Organik Mandiri
-
Laga PSIM Yogyakarta vs Persebaya Dipastikan Tanpa Suporter Tamu
-
Pengamat Hukum UII: Keterangan Saksi Kemenparekraf Justru Meringankan Sri Purnomo
-
Cekcok dengan Tetangga hingga Persoalan Warisan di Desa Masih Dominasi Masalah Hukum di DIY