Rani dan suami tetap meminta D segera dipulangkan karena ada hal janggal. Awalnya ustad tersebut tidak membolehkan karena belum waktunya pulang, namun Rani tetap memaksa dan harus bertemu Kepala Sekolah.
"Akhirnya saya berjalan ke ruangan kepala sekolah. Tapi saat masuk tidak terlihat seperti kantor kepala sekolah. Akhirnya ada orang yang sebelumnya saya kira sebagai kepala sekolah," terang Rani.
Pria yang berinisial M yang diduga Rani adalah Kepala Sekolah itu memberi penjelasan jika memang tidak boleh santrinya pulang selain hari libur. Namun Rani dan suaminya bersikukuh meminta D dipulangkan hingga mendapat izin dari orang tersebut.
"Saya baru tahu beberapa jam jika orang tersebut (M) ya pengajar juga di sana bukan Kepala Sekolah. Sebelum diizinkan saya dan suami diminta keluar ruangan itu sebentar. Tapi keponakan saya tetap di dalam," jelas dia.
Makin curiga, Rani mendekat ke arah pintu sambil mendengarkan percakapan di dalam. Dirinya sudah menganggap ada kejadian yang tidak beres antara keponakan dan ustadnya itu.
"Saya sudah curiga, saya pamit kok saya disuruh keluar?. Jika mau bicara dengan keponakan saya ya bicara saja, tidak masalah. Saya keluarganya, saya bukan orang lain. Saat saya diluar, saya menguping, dia itu kayak ada penekanan gitu dia bilang, dik mengenai yang kamu sampaikan pagi ini sama ustad, tolong ya dik jangan disampaikan ke orang tuamu atau ke siapapun secara vulgar," jelas dia.
Rani menduga jika orang tersebut menyampaikan dengan suara mengancam. Kendati begitu, dirinya mendapat izin membawa D pulang dan langsung membawa ke rumah keluarganya di Gedongkuning.
D lantas bercerita jika ia telah mendapat perlakuan tak senonoh oleh salah seorang ustadnya. Kejadian diungkapkan D terjadi pada akhir Desember 2020 dan terulang kembali pada Januari 2021.
Seingatnya aksi amoral ustadz itu terjadi sebanyak tiga kali. D mengatakan modus ustad mencabuli korban dengan cara oral. Dimana D dipanggil ke kamar lantas diajak makan bersama dan mengobrol.
Baca Juga: Sebut Pemerintah Gagal Tekan Angka Penularan Covid-19 di Bantul, FPRB: Harus Lebih Tegas
"Dia bercerita setelah menjelang malam, korban lantas dipaksa membuka celana. Ustadz tersebut kemudian melakukan pelecehan dengan cara oral," terang dia.
Hal ini baru diceritakan D, karena ia merasa trauma atas kejadian yang menimpanya. Sebab hal yang sama ternyata juga dialami oleh santri yang merupakan temannya sendiri. Korban berinisial H (15) warga Bantul mendapat perlakua serupa pada Kamis (17/6/2021) malam.
Sama seperti D, ia dilecehkan ustad dengan cara oral. Karena ada korban lain itu kemudian munculah keberanian D untuk melaporkan hal tersebut ke pihak keluarganya.
Pihak keluarga korban menempuh jalur hukum dan membuat laporan polisi pada Sabtu (19/6/2021). Menurutnya hal ini tidak bisa dibiarkan, terlebih lembaga tersebut merupakan lembaga pendidikan yang berbasis agama.
Terpisah, Kanit PPA Sat Reskrim Polres Bantul, Aipda Mustafa Kamal membenarkan peristiwa itu. Saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman kasus.
"Iya benar, kami masih menyelidiki kasus tersebut lebih dalam lagi," ujar Kamal melalui pesan singkat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
Terkini
-
4 Atlet Junior Padel DIY Tembus Seleksi Timnas KU-18, Buktikan Bakat Tak Kenal Latar Belakang
-
Jogja Disesaki Ratusan Kampus, Tapi Tambang Ide Belum Banyak Terserap Masyarakat
-
11 Bangunan Lama Diratakan dengan Tanah, Wajah Stasiun Lempuyangan Mulai Diubah
-
Perkuat Portofolio, BRI Wealth Management Ungkap Strategi Diversifikasi Investasi Syariah
-
Hanung Bramantyo Bawa Sejarah Kelam 1965 Lewat Film Horor Lobang Buaya, Berharap Buka Ruang Diskusi